BerandaNTBLOMBOK BARATTemui Sestama Perpusnas RI, Kepala Disarpusda Bawa Program Pusat untuk Lobar

Temui Sestama Perpusnas RI, Kepala Disarpusda Bawa Program Pusat untuk Lobar

Giri Menang (Suara NTB) – Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Lombok Barat (Lobar), H. Lalu Winengan, M.M., berhasil menggeret sejumlah program Pemerintah Pusat dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI untuk Lombok Barat.

Bahkan, Winengan yang dikenal memiliki jaringan kuat di pemerintah pusat itu ditawarkan langsung sejumlah program tersebut saat bertemu Sekretaris Utama (Sestama) Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Dr. Drs. Joko Santoso, M.Hum, Senin (14/9/2026). Sestama didampingi Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Edi Wiyono.

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Dr. Drs. Joko Santoso, M.Hum., mengatakan bahwa Perpusnas mendukung Arpusada dalam bentuk kegiatan non fisik sekitar Rp600 juta tahun 2026 ini.

“Tahun ini kita bantu DAK non-fisik sekitar Rp600 juta,” sebut Sestama saat menerima kunjungan Kadis Arpusda di ruang kerjanya.

Sementara dukungan fisik dari DAK terbilang sudah lengkap untuk Lobar. Seperti pembangunan gedung pelayanan dan sarana prasarana tahun 2025, beberapa tahun terakhir Lobar juga mendapatkan program.

Ia mendorong Dinas Arpusda untuk segera mengajukan Reakreditasi Perpustakaan dari B menjadi A. Pihaknya optimis dengan didukung potensi yang dimiliki Lobar, baik gedung pelayanan dan sarana prasarana diharapkan bisa naik tipe. “Karena reakreditasi ini menjadi dasar kita untuk pengajuan DAK non fisik tahun berikutnya,” ujarnya.

Dengan reakreditasi dari B ke A ini, kata dia, nantinya Lobar bisa diusulkan mendapatkan Program lagi dari Perpusnas terutama DAK Fisik.

Tak sampai di situ, Sestama meminta kepada Kepala Arpusda segera mengusulkan lagi untuk bantuan bahan bacaan bermutu. Karena program ini terus dipertahankan untuk mendorong budaya baca di desa-desa dan integritasi program perpustakan sekolah dan desa. Termasuk KKN tematik literasi berkolaborasi dengan perguruan tinggi, dengan sasaran pun sama ke desa-desa terdapat 1000 lokus di Indonesia.

Selain itu, program dukungan untuk Sekolah Rakyat (SR) yakni inisiatif penyediaan fasilitas literasi, buku, serta modernisasi sistem perpustakaan digital dan cetak guna memperkuat budaya baca di SR. “Tahun ini ada tapi tidak sebesar tahun 2025,” sebutnya.

Sedangkan untuk dukungan fasilitas kendaraan perpustakan keliling, tidak ada lagi anggarannya karena pengurangan dari pemerintah pusat.

Tetapi kata dia, untuk pengembangan SDM melalui Diklat pustakawan tetap diprogramkan dan diakses oleh Disarpus Lobar. Ia juga menawarkan pada Disparpus untuk mengusulkan program Insentif Relawan literasi masyarakat untuk Lobar. “Ini saya lihat belum ada, jadi segera diusulkan saja. Ajukan secepatnya,” imbuhnya.

Program ini nantinya Perpusnas akan memberikan insentif kepada relawan dengan nilai tidak seberapa. Namun, diharapkan dengan insentif ini, mereka lebih termotivasi untuk bergerak lebih banyak lagi. Termasuk diharapkan, bantuan-bantuan bacaan bermutu yang diberikan bisa diaktivasi oleh relawan. Mereka juga akan rekognisi melalui SK dari Perpusnas sebagai relawan literasi dan diberikan kelengkapan pakaian rompi.

“Tahun ini, terdapat 360 relawan yang disasar, naik dari tahun lalu sebanyak 180 orang. Dan nanti tahun 2027 ada 500 orang, jangan sampai terlambat, segera usulkan,” kata Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Edi Wiyono.

Usulan dari daerah itu selanjutnya akan dimasukkan list dari Perpusnas untuk diintervensi tahun 2027. Setelah melalui proses verifikasi dari tim Perpusnas. Menurutnya, ada potensi di Lobar untuk mengakses program bantuan ini.

Selain itu, ia mendorong untuk mengusulkan program TPBIS (transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial). “Pak kepala dinas susun surat kepada kami untuk berikan dukungan atau bantuan program TPBIS, dan lainnya,” ujarnya.

Gambaran program ini, di satu desa diberikan bantuan buku-buku yang sifatnya tepat guna, bantuan Rak, TIK.

Sementara itu, Kepala Dinas Arpusda Lobar, H. Lalu Winengan mengatakan berbagai program telah diperoleh dari Pusat sepanjang tahun 2025-2026, baik non-fisik maupun fisik.

Pihaknya pun tak berhenti sampai di situ. Menindaklanjuti tawaran dari Sestama Perpusnas, pihaknya secepatnya mengusulkan berbagai program untuk dibawa ke Lobar. Winengan juga menyiapkan rancangan ke depan di kantor perpustakaan akan disiapkan Kafe Literasi. Tahun ini, pihaknya melakukan penataan lanskap melalui APBD-P. Hal ini juga bentuk dukungan dan perhatian dari pimpinan terdapat pengembangan perpustakaan.

Selain membangun fisik dan non-fisik, Pihaknya juga berupaya mengubah paradigma berpikir jajaran di perpustakan untuk lebih dipacu lagi. “Bahwa perpustakaan ini, melalui budaya literasi meningkatkan SDM, dan IPM. Makanya harus kita pacu,” kata dia.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Muda Imam Firmansyah, S.E., yang juga fasilitator TPBIS menambahkan bahwa Disarpus Lobar memiliki tujuh desa binaan TPBIS yang selama ini belum mendapatkan bantuan.

Sehingga pihaknya pun menyambut baik tawaran Sestama untuk segera mengusulkan program ini. “Kami akan segera usulkan dan harapan kami kalau bisa tahun ini diberikan bantuan,” harapnya saat mendampingi Kadisarpusda bertemu Sestama.

Selain itu, pihaknya telah mendata beberapa relawan yang memiliki rumah atau taman baca yang bisa diintervensi program Insentif Relawan literasi masyarakat. Pihaknya pun segera mengusulkan Program ini ke Perpusnas. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO