BerandaADVERTORIALUnram Sulitkan Fluktuasi Energi Biogas Melalui Monitoring Real-Time Berbasis ESP32

Unram Sulitkan Fluktuasi Energi Biogas Melalui Monitoring Real-Time Berbasis ESP32

Selong (suarantb.com) – Desa Sembalun Bumbung, Lombok Timur menyimpan potensi limbah peternakan sapi yang sangat melimpah. Dengan populasi sapi mencapai lebih dari 6.600 ekor, wilayah ini menghasilkan tonan limbah organik saban hari yang berpotensi menjadi sumber energi terbarukan melalui pemanfaatan biogas. Namun, pemanfaatan energi ramah lingkungan ini selama ini terkendala oleh fluktuasi tekanan dan tidak terukurnya waktu pengisian kotoran sapi, sehingga pasokan gas sering kali tidak stabil dan tidak optimal.

Menjawab tantangan tersebut, tim akademisi dari Kelompok Bidang Ilmu Teknologi Elektromagnetika dan Konservasi Lingkungan untuk Kemanusiaan, Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram (Unram), mengimplementasikan inovasi teknologi berbasis Internet of Things (IoT). Dipimpin oleh Bulkis Kanata, S.T., M.T. bersama tim peneliti (Dr. Rosmaliati, Paniran, M.T., Made Sutha Yadnya, M.T., dan Abdullah Zainuddin, M.T.) serta mahasiswa, Unram memasang sistem monitoring tekanan dan laju aliran (flow rate) biogas secara real-time di Rumah Qur’an At-Tazkiyah Sembalun.

Digitalisasi Biogas dan Manajemen Energi Presisi

Program pengabdian kemitraan ini menghadirkan perpaduan antara teknologi mikroelektronika modern dan pemanfaatan biomassa lokal:

  1. Integrasi Perangkat Sensor dan IoT (ESP32 & Blynk): Sistem dirancang mengandalkan mikrokontroler ESP32-WROOM yang terhubung dengan sensor laju aliran (flow rate) SDP816, sensor tekanan MPX10DP, sensor suhu DS18B20, dan sensor barometrik BMP280. Data parameter gas dicatat setiap menit dan dikirimkan secara real-time ke cloud melalui jaringan seluler. Pengguna dapat langsung memantau kinerja digester melalui layar LCD 20×4 lokal maupun dasbor aplikasi Blynk di komputer dan smartphone.
  1. Deteksi Dini dan Optimalisasi Jadwal Pengisian (Feeding): Sebelumnya, pengelola Rumah Qur’an dan peternak tidak memiliki indikator terukur untuk menentukan jadwal pengisian limbah sapi. Dampaknya adalah sering terjadi overfeeding atau underfeeding yang mengganggu proses fermentasi anaerob di dalam digester. Dengan adanya pemantauan grafik laju aliran dan penurunan tekanan secara langsung saat kompor biogas menyala, pengelola kini dapat memprediksi waktu pengisian bahan baku secara akurat.
  1. Keandalan Energi dan Dampak Operasional: Implementasi teknologi ini mampu meningkatkan keandalan pasokan energi di Rumah Qur’an sebesar sekitar 20% dibandingkan kondisi sebelum dilakukannya monitoring. Hal ini menekan ketergantungan pesantren pada penggunaan bahan bakar fosil komersial seperti LPG untuk kebutuhan dapur dan operasional harian.

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Merujuk pada standar penilaian dampak perguruan tinggi oleh Times Higher Education (THE) Impact Rankings, proyek pengabdian masyarakat berbasis teknologi tepat guna ini menyokong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):

  • SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau (Affordable and Clean Energy) Pengabdian ini menghadirkan keterjaminan pasokan energi biomassa berbasis limbah lokal yang mandiri, murah, serta ramah lingkungan untuk konsumsi energi komunitas pesantren.
  • SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) Sistem ini mengolah limbah kotoran ternak sapi secara terukur menjadi biogas sebagai sumber energi masak dan ampas fermentasi (slurry) sebagai pupuk organik ramah lingkungan, menciptakan siklus ekonomi sirkular.
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action) Pemanfaatan gas metana dari limbah ternak secara tertutup mengurangi pelepasan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) secara bebas ke atmosfer, yang menjadi salah satu pemicu pemanasan global.

Prospek Keberlanjutan dan Integrasi Edukasi Berbasis Komunitas

Inisiatif Fakultas Teknik Universitas Mataram ini tidak berhenti pada pemasangan alat semata. Keterlibatan mahasiswa dalam skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)—yang diintegrasikan langsung dengan penyelesaian Tugas Akhir—memberikan dampak penguatan kapasitas SDM muda di bidang energi terbarukan dan IoT.

Ke depan, Rumah Qur’an At-Tazkiyah diproyeksikan menjadi laboratorium lapangan serta pusat percontohan (pilot project) pengolahan energi terbarukan berbasis komunitas di kawasan Sembalun. Rencana pengembangan lanjutan juga telah disiapkan, mencakup integrasi sistem energi hibrid (biogas dan solar cell) untuk menciptakan ketahanan energi desa yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. (r/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO