BerandaADVERTORIALUnram Ubah Sampah Menjadi Energi: Inovasi Insinerator Desa Pakuan Dorong Masa Depan...

Unram Ubah Sampah Menjadi Energi: Inovasi Insinerator Desa Pakuan Dorong Masa Depan Lingkungan Berkelanjutan

Giri Menang (suarantb.com) – Di balik kekayaan sumber daya alam Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), tersimpan tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Desa yang berada dekat kawasan Hutan Lindung Sesaot ini memiliki potensi perkebunan, tanaman pangan, dan geowisata, namun menghadapi persoalan limbah akibat keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah.

Laporan pengabdian Universitas Mataram (Unram) menjelaskan bahwa minimnya infrastruktur pengelolaan sampah menyebabkan sebagian masyarakat masih membuang sampah tidak pada tempatnya sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Permasalahan tersebut diperkuat oleh rendahnya kesadaran pemilahan sampah dan tantangan penerapan prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R).

Dari Persoalan Sampah Menuju Energi Alternatif

Universitas Mataram melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat menghadirkan inovasi melalui program “Penerapan Insinerator Pemusnah Sampah untuk Menggerakan Generator Listrik di Desa Pakuan”.

Program ini tidak sekadar menghadirkan teknologi, tetapi membangun ekosistem pengelolaan sampah yang menggabungkan teknologi, edukasi masyarakat, dan keberlanjutan. Insinerator dirancang untuk mengurangi volume sampah melalui proses pembakaran terkendali sekaligus membuka peluang pemanfaatan energi dari hasil proses tersebut.

Teknologi yang Diterapkan, Masyarakat yang Diberdayakan

Pendekatan utama program dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Masyarakat dan operator diberikan pemahaman mengenai pengoperasian insinerator, pengelolaan sampah, serta penerapan prinsip 3R.

Hasil pengujian teknologi menunjukkan bahwa insinerator mampu mengurangi volume sampah hingga sekitar 95–96 persen bergantung pada komposisi dan tingkat pemulihan sampah. Teknologi ini juga memiliki potensi menghasilkan energi dari proses pembakaran sampah.

Kontribusi Strategis terhadap SDGs

Inisiatif Universitas Mataram di Desa Pakuan memiliki keterkaitan langsung dengan agenda pembangunan berkelanjutan global (Sustainable Development Goals/SDGs).

SDGsKontribusi ProgramDampak
SDG 4 – Quality EducationPelatihan dan transfer pengetahuan teknologi pengelolaan sampah kepada masyarakatPeningkatan kapasitas masyarakat desa
SDG 7 – Affordable and Clean EnergyPemanfaatan potensi energi dari proses pengolahan sampahMendorong inovasi energi alternatif
SDG 11 – Sustainable Cities and CommunitiesMendukung lingkungan desa yang lebih bersih dan berkelanjutanPenguatan desa ramah lingkungan
SDG 12 – Responsible Consumption and ProductionPenerapan pengelolaan sampah berbasis teknologi dan prinsip 3RPengurangan limbah dan perubahan perilaku
SDG 13 – Climate ActionPengurangan pembakaran sampah secara terbukaMitigasi dampak lingkungan
SDG 17 – Partnerships for the GoalsKolaborasi universitas, pemerintah desa, dan masyarakatPenguatan kemitraan pembangunan

Perspektif Times Higher Education: Kampus sebagai Penggerak Dampak Nyata

Dalam perspektif Times Higher Education Impact Rankings, kegiatan ini menggambarkan bagaimana universitas menjalankan fungsi beyond teaching and research. Pengetahuan akademik diterjemahkan menjadi solusi praktis yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Program ini memperlihatkan kontribusi universitas dalam pembangunan berkelanjutan melalui inovasi teknologi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kolaborasi lokal.

Menuju Model Desa Energi dan Lingkungan Berkelanjutan

Pengelolaan sampah modern tidak hanya membutuhkan mesin, tetapi juga perubahan perilaku dan tata kelola. Karena itu, program Unram di Desa Pakuan mengintegrasikan teknologi insinerator dengan edukasi 3R sebagai fondasi keberlanjutan.

Tahapan lanjutan seperti monitoring kinerja, penguatan bank sampah, dan pengembangan teknologi pendukung menjadi peluang untuk memperluas dampak program.

Ketika Ilmu Pengetahuan Hadir Menjawab Persoalan Desa

Kisah Desa Pakuan menunjukkan bahwa inovasi perguruan tinggi dapat menjadi katalis perubahan sosial dan lingkungan. Melalui teknologi insinerator dan pemberdayaan masyarakat, Universitas Mataram menghadirkan contoh nyata bagaimana kampus berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. (r/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO