BerandaADVERTORIALUnram Perkuat Desa Wisata Pakuan melalui Transformasi Pengelolaan Sampah Berbasis SDGs

Unram Perkuat Desa Wisata Pakuan melalui Transformasi Pengelolaan Sampah Berbasis SDGs

Giri Menang (suarantb.com) – Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi wisata alam yang berkembang. Keberadaan air terjun, kawasan pedesaan, serta daya tarik wisata berbasis lingkungan menjadikan desa ini memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai destinasi wisata berkelanjutan.

Namun, pertumbuhan aktivitas wisata membawa tantangan baru berupa peningkatan timbulan sampah. Laporan pengabdian Universitas Mataram (Unram) mencatat bahwa keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah menyebabkan sebagian masyarakat masih membuang sampah pada lahan kosong, sehingga berpotensi mengganggu kualitas lingkungan dan citra desa wisata.

Meningkatkan Kapasitas Operator Insinerator

Universitas Mataram melalui program pengabdian berjudul “Peningkatan SDM Operator Incinerator Pemusnah Sampah di Desa Pakuan” menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada penguatan manusia sebagai pengelola utama.

Desa Pakuan sebenarnya telah memiliki mesin incinerator sebagai fasilitas pengolahan sampah. Akan tetapi, keterbatasan kompetensi operator menyebabkan pemanfaatan teknologi tersebut belum optimal. Program ini kemudian diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis operator agar mesin dapat digunakan secara aman, efektif, dan berkelanjutan.

Pelatihan, Modul, dan Keselamatan Kerja: Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, pelatihan teknis, penyusunan panduan operasional, hingga pendampingan dan evaluasi.

Materi pelatihan mencakup pengoperasian mesin incinerator, penanganan limbah yang aman, manajemen risiko dan keselamatan kerja (K3), serta pemeliharaan sederhana. Selain pelatihan, operator juga memperoleh modul penggunaan insinerator dan alat pelindung diri seperti helm, sarung tangan, dan sepatu boot.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa teknologi pengolahan sampah tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan kapasitas sumber daya manusia dan budaya keselamatan.

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Program pengabdian ini menunjukkan keterkaitan kuat dengan agenda pembangunan berkelanjutan global. Kontribusi utama program dapat dilihat pada beberapa tujuan SDGs berikut:

SDGsKontribusi Program UnramDampak yang Diharapkan
SDG 4 – Quality EducationTransfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi operator melalui pelatihan teknisMeningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola teknologi
SDG 11 – Sustainable Cities and CommunitiesPenguatan pengelolaan lingkungan desa wisataMendukung desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan
SDG 12 – Responsible Consumption and ProductionPengelolaan sampah melalui teknologi dan edukasi pemilahanMengurangi dampak limbah terhadap lingkungan
SDG 13 – Climate ActionPenguatan praktik pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawabMendorong kesadaran terhadap dampak lingkungan
SDG 17 – Partnerships for the GoalsKolaborasi universitas, masyarakat, dan pemerintah desaMemperkuat ekosistem penyelesaian masalah berbasis kemitraan

Perspektif Times Higher Education Impact Rankings: Universitas sebagai Agen Perubahan

Dalam perspektif Times Higher Education Impact Rankings, kegiatan ini menggambarkan peran universitas dalam menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Universitas tidak hanya menghasilkan pengetahuan melalui penelitian dan pembelajaran, tetapi juga menerjemahkannya menjadi solusi yang digunakan langsung oleh komunitas.

Program ini juga mendukung IKU Universitas Mataram, khususnya keterlibatan dosen di luar kampus dan penguatan kerja sama dengan mitra, serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pengabdian melalui pendekatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Inovasi Sosial dari Pakuan untuk Masa Depan Lingkungan

Keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya ditentukan oleh keberadaan mesin, tetapi oleh sistem yang menggabungkan teknologi, sumber daya manusia, keselamatan kerja, dan partisipasi masyarakat.

Melalui program ini, Desa Pakuan memperoleh fondasi awal menuju pengelolaan sampah yang lebih terpadu. Tahap lanjutan yang direncanakan berupa penguatan bank sampah menjadi langkah strategis untuk menghubungkan pemilahan, pengurangan sampah, dan pemanfaatan kembali material bernilai ekonomi.

Ketika Kampus Hadir Menjawab Persoalan Desa

Kisah Desa Pakuan menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari intervensi yang tepat sasaran. Melalui penguatan kapasitas operator incinerator, Universitas Mataram menghadirkan contoh bagaimana ilmu pengetahuan dapat bekerja bersama masyarakat untuk menjaga lingkungan dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. (r/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO