BerandaADVERTORIALUnram Dorong Transformasi Nelayan Bintaro melalui Teknologi Pengemasan Ikan Bernilai Tambah

Unram Dorong Transformasi Nelayan Bintaro melalui Teknologi Pengemasan Ikan Bernilai Tambah

Mataram (suarantb.com) – Universitas Mataram (Unram) kembali menunjukkan peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan melalui program pengabdian masyarakat yang memperkenalkan teknologi pengemasan dan penyimpanan produk olahan berbasis ikan bagi kelompok nelayan di Bintaro, Ampenan.

Program bertajuk “Introduksi Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan Produk Olahan Berbasis Ikan pada Kelompok Nelayan di Bintaro, Ampenan” diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat agar hasil perikanan tidak hanya dijual sebagai ikan segar, tetapi dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Menjawab Tantangan Produk Perikanan yang Mudah Rusak

Wilayah Bintaro, Ampenan memiliki potensi perikanan yang besar, namun kelompok nelayan menghadapi tantangan dalam menjaga mutu dan memperpanjang umur simpan produk. Keterbatasan teknologi pengemasan dan penyimpanan menyebabkan produk olahan ikan rentan mengalami penurunan kualitas dan membatasi akses pasar.

Melalui program ini, Unram memberikan solusi berbasis teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pesisir.

Teknologi Sederhana dengan Dampak Ekonomi Besar

Kegiatan dilakukan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, penerapan teknologi, serta pendampingan.

Masyarakat diperkenalkan dengan penggunaan kemasan food grade, teknologi vacuum sealer, pembuatan label produk, serta penyimpanan dingin dan beku. Produk yang dipraktikkan meliputi nugget ikan, sosis ikan, dan bakso ikan.

Pendekatan ini menjadikan masyarakat bukan hanya sebagai penerima teknologi, tetapi sebagai pelaku aktif yang mampu mengadopsi inovasi dalam kegiatan usaha mereka.

Dari Penjual Ikan Segar Menuju Produsen Produk Olahan

Hasil kegiatan menunjukkan perubahan pola pikir masyarakat nelayan. Sebelumnya, sebagian besar nelayan menjual ikan dalam bentuk segar dengan risiko kerugian akibat pembusukan. Setelah memperoleh pelatihan, peserta memahami bahwa pengolahan, pengemasan, dan penyimpanan yang tepat dapat meningkatkan mutu, daya simpan, serta nilai jual produk.

Sebanyak 20 peserta yang terdiri atas nelayan dan anggota keluarga terlibat dalam kegiatan ini. Peserta mampu mempraktikkan penggunaan alat pengemasan vakum dan memahami penerapan penyimpanan dingin maupun beku.

Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)

Program pengabdian Unram ini memiliki keterkaitan langsung dengan beberapa target pembangunan berkelanjutan global:

SDGsKontribusi ProgramDampak
SDG 1 – No PovertyPeningkatan nilai tambah produk ikan masyarakat pesisirPenguatan ekonomi rumah tangga nelayan
SDG 8 – Decent Work and Economic GrowthPengembangan usaha olahan ikan berbasis teknologiMendorong peluang usaha lokal
SDG 9 – Industry, Innovation and InfrastructurePenerapan teknologi pengemasan dan penyimpanan tepat gunaMeningkatkan kapasitas inovasi masyarakat
SDG 12 – Responsible Consumption and ProductionPengurangan kehilangan produk akibat kerusakanProduksi pangan lebih efisien dan berkelanjutan
SDG 14 – Life Below WaterPenguatan ekonomi berbasis sumber daya laut berkelanjutanMeningkatkan manfaat ekonomi hasil perikanan

Perspektif Times Higher Education Impact Rankings

Dalam perspektif THE Impact Rankings, kegiatan ini mencerminkan kontribusi universitas dalam menghasilkan dampak sosial nyata. Unram tidak hanya menghasilkan penelitian dan pembelajaran akademik, tetapi menghubungkan pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat melalui inovasi yang dapat diterapkan langsung.

Program ini memperlihatkan keterkaitan antara pengabdian masyarakat, pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

Kolaborasi Akademisi, Mahasiswa, dan Masyarakat

Kegiatan ini juga mendukung pembelajaran berbasis pengalaman bagi mahasiswa serta memperkuat peran dosen dalam memberikan solusi kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat perguruan tinggi modern yang menempatkan dampak sosial sebagai bagian penting dari kinerja institusi.

Menuju Ekosistem Produk Perikanan Berdaya Saing

Introduksi teknologi pengemasan dan penyimpanan menjadi langkah awal menuju pengembangan usaha olahan ikan yang lebih profesional. Ke depan, penguatan branding, pemasaran digital, kelembagaan usaha, dan rantai dingin dapat menjadi strategi lanjutan untuk memperluas pasar produk nelayan Bintaro.

Melalui inovasi sederhana yang tepat sasaran, Unram menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat. Dari pesisir Bintaro, transformasi produk ikan menjadi komoditas bernilai tambah menjadi bukti bahwa perguruan tinggi dapat menghadirkan perubahan yang berkelanjutan. (r/*)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO