Mataram (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Kota Mataram mengungkapkan keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat pengembangan dan perawatan fasilitas di Wisata Alam Giong Siu, Lingkungan Babakan Kebon, Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, belum dapat dilakukan secara optimal.
Untuk menjaga keberlangsungan fasilitas sekaligus mendukung aktivitas wisata, pengelola kini mengandalkan partisipasi dan swadaya masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Dr. Cahya Samudra, mengatakan dukungan anggaran untuk penambahan fasilitas di Giong Siu terakhir dialokasikan pada 2025. Saat itu, pemerintah membangun sejumlah fasilitas penunjang, di antaranya tempat parkir dan kanopi.
Namun, memasuki 2026, tidak terdapat anggaran khusus untuk pembenahan maupun penambahan fasilitas di kawasan wisata tersebut. Kondisi itu tidak terlepas dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat.
“Tahun ini karena efisiensi, jadi belum ada. Mau tidak mau harus membutuhkan peran dan partisipasi masyarakat,” ujar Cahya, Kamis (17/9).
Ia menyebutkan, salah satu bentuk keterlibatan tersebut dilakukan melalui kelompok sadar wisata (Pokdarwis). Masyarakat bersama Pokdarwis setempat secara swadaya ikut membangun dan menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung kenyamanan pengunjung.
Beberapa fasilitas yang dibangun secara swadaya di antaranya permainan flying fox serta kolam bola untuk anak-anak. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menambah pilihan aktivitas bagi pengunjung yang datang ke Giong Siu.
“Pokdarwis itu bagian dari masyarakat. Mindset kita bahwa tidak semua harus dilakukan oleh pemerintah,” katanya.
Cahya menilai keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan destinasi merupakan bagian penting dari pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Pemerintah, kata dia, tidak harus mengambil seluruh peran dalam penyediaan fasilitas maupun pengelolaan kawasan wisata.
Meski demikian, bukan berarti pemerintah sepenuhnya melepas pengelolaan Giong Siu kepada masyarakat. Dinas Pariwisata tetap memiliki peran melalui pemberian stimulan serta pembinaan terhadap Pokdarwis.
Pembinaan tersebut mencakup aspek manajemen pengelolaan wisata, perawatan fasilitas, promosi hingga upaya meningkatkan daya tarik destinasi. Dengan pola tersebut, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat berbagi peran dalam menjaga keberlangsungan Giong Siu sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Mataram.
“Jadi, swadaya itu merupakan bentuk partisipasi masyarakat,” ujar Cahya.
Di tengah keterbatasan fasilitas dan anggaran, Giong Siu juga menghadapi persoalan lain, yakni jumlah kunjungan yang dinilai belum seramai sejumlah destinasi wisata perkotaan lainnya. Namun, Cahya mengatakan kondisi tersebut perlu dilihat dari karakter dan segmen wisata yang ditawarkan Giong Siu.
Menurutnya, Giong Siu memiliki karakter berbeda dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan. Jika sejumlah ruang publik lebih banyak dikunjungi masyarakat untuk aktivitas rekreasi dan berkumpul, Giong Siu lebih diarahkan sebagai lokasi camping ground dengan suasana alam yang relatif tenang.
Mantan Camat Sekarbela itu menyebut karakter tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi kelompok pengunjung tertentu. Tidak semua wisatawan datang untuk mencari keramaian. Sebagian pengunjung justru memilih destinasi yang menawarkan suasana lebih tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
“Giong Siu tidak seramai RTH Pagutan. Justru ada pengunjung yang menyukai suasana tenang dan hening. Jadi, kalau mau ramai, ya ke Taman Udayana,” ucapnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Mataram masih membuka peluang adanya dukungan dari pemerintah provinsi untuk pengembangan Giong Siu. Cahya menyebut perbaikan fasilitas di kawasan tersebut berpeluang mendapatkan intervensi melalui Program Desa Berdaya dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Program tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan pengembangan potensi masyarakat dan tema tematik di bidang pariwisata. Dengan adanya dukungan tersebut, sejumlah kebutuhan pengembangan fasilitas di Giong Siu diharapkan dapat kembali ditangani secara bertahap. (pan)



