BerandaNTBSUMBAWAMusakara Adat LATS Jadi Komitmen Pemerintah Melestarikan Budaya

Musakara Adat LATS Jadi Komitmen Pemerintah Melestarikan Budaya

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa berkomitmen untuk merawat dan melestarikan budaya dan adat Samawa. Adat dan budaya harus menjadi pegangan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman.

“Dengan adat kita perkuat pegangan. Ini bukan hanya forum untuk berbicara, tetapi juga untuk mendengar,” kata Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot saat membuka kegiatan Musakara Adat Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) di Kecamatan Moyo Utara, kemarin.

Bupati menegaskan kebangkitan Tau Samawa tidak cukup hanya mengandalkan Intan Bulaeng atau kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Tetapi juga harus didukung sumber daya manusia yang tangguh serta memiliki jati diri dan karakter yang kuat sebagai orang Sumbawa. Pelaksanaan prosesi adat, ia mendorong agar kegiatan seperti rangkaian prosesi pernikahan dapat diatur sehingga tidak berbenturan dengan waktu pelaksanaan ibadah. Salah satunya prosesi nyorong yang selama ini umumnya dilaksanakan pada sore hari.

“Nyorong misalnya yang biasanya digelar sore akan kita atur supaya tidak berbenturan dengan waktu salat asar. Formulanya nanti kita rumuskan bersama LATS,” ucapnya.

Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV yang diwakili Pariwa Adat LATS, KH. Lalu Zulkifli Muhadli menyampaikan bahwa Tau Samawa memiliki cultural pride dan historical pride. Hal itu menjadi modal ketangguhan dalam menghadapi berbagai perubahan.

Ditegaskan bahwa dat harus menjadi penopang dalam menghadapi derasnya arus globalisasi melalui pendekatan glokalisasi. Kemampuan memadukan nilai-nilai global dengan kekuatan lokal dengan tidak mengisolasi diri dari kemajuan zaman.

“Apakah kita akan mengisolasi diri tentu tidak. Adat akan menjadi penopang kita menghadapi globalisasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, perkembangan media sosial dan kecerdasan buatan (AI) merupakan bagian dari perubahan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, masyarakat perlu mengenal, menyeleksi dan mengadaptasi perkembangan tersebut dengan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya Samawa.

Forum tersebut membahas sejumlah isu strategis, antara lain penguatan sinergi LATS dengan pemerintah daerah, penetapan pranata adat. Selain itu sikap LATS terhadap sejumlah kegiatan adat yang dinilai perlu diselaraskan kembali dengan falsafah hidup Tau Samawa, “Adat Barenti Ko Sara’, Sara’ Barenti Ko Kitabullah.”

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, yang juga merupakan Dea Pati Kanadi Ling Samawa. Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori selaku Wakil Dea Pati Kanadi Ling Samawa, Pariwa Adat, Pajatu Adat LATS, serta para tokoh adat dari seluruh Kabupaten Sumbawa. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN











VIDEO