Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE., mengingatkan jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai dampak penguatan fenomena El Nino yang berpotensi memperpanjang hari tanpa hujan (HTH) dan memperparah kondisi kekeringan di wilayah Dompu. Peringatan itu disampaikan Bambang saat memimpin apel koordinasi lingkup Pemerintah Kabupaten Dompu di Lapangan Kantor Bupati Dompu, Kamis (17/9).
Bambang mengatakan, Pemkab Dompu melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menetapkan status siaga darurat bencana sebagai langkah menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi saat ini. Status tersebut juga ditetapkan bersama sejumlah kabupaten/kota lainnya di NTB.
Menurutnya, salah satu langkah yang disiapkan untuk mengatasi krisis air adalah menambah titik sumur bor dalam di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air. Upaya tersebut dilakukan melalui dukungan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Langkah yang diambil untuk mengatasi kondisi kekeringan ini yakni mengupayakan penambahan titik bor dalam di beberapa daerah yang kesulitan mendapatkan sumber air baik melalui pemerintah daerah maupun pusat. Untuk usulan di pusat, tahapan saat ini menunggu proses kontrak yang dilaksanakan oleh BNPB,” kata Bambang.
Sambil menunggu pembangunan sumber air permanen katanya, Pemkab Dompu melakukan langkah cepat dengan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak. Hingga Kamis (17/9), sebanyak 56 tangki atau sekitar 280 ribu liter air telah disalurkan ke wilayah Kecamatan Pajo, Woja dan Dompu.
Bambang juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan menjaga keberadaan sumber-sumber air. Selain itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi kemarau meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap potensi kebakaran permukiman. Masyarakat diminta memastikan kompor, tabung serta selang gas dalam kondisi aman dan tidak mengalami kebocoran sebelum meninggalkan rumah atau tidur. “Mari kita bersama-sama tingkatkan kewaspadaan. Apabila masyarakat menemukan sumber api,agar segera melaporkan agar penanganannya cepat dan tepat,” imbuhnya.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Dompu, H. Wan Muhtajun, ST., mengatakan, pihaknya masih fokus melakukan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Wilayah yang terbaru mengajukan permintaan distribusi air bersih adalah Kelurahan Kandai Satu. BPBD sebut dia, akan menindaklanjuti kebutuhan air masyarakat di wilayah tersebut.
Bantuan air bersih tidak hanya dilakukan Pemkab Dompu. Polres Dompu dan sejumlah pihak lainnya turut membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat terdampak kekeringan. Desa Tembalae Kecamatan Pajo yang ikut terdampak kekeringan, selama ini mendapatkan dukungan air bersih dari Polres Dompu. Sejatinya, Desa Tembalae memiliki potensi mata air yang bisa dialirkan untuk kebutuhan warga. (ula)



