Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berupaya maksimal menangani penumpukan sampah di kawasan Pasar Gunungsari, Lobar. Pengangkutan dilakukan secara rutin dengan armada yang tersedia, disertai kegiatan gotong royong untuk mempercepat pembersihan di lokasi. Namun, Pemkab Lobar mengalami kendala pengangkutan sampah, karena pembatasan ritase ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kebon Kongok.
Kepala DLH Lombok Barat, Muhammad Busyairi mengatakan, penumpukan sampah di Pasar Gunungsari menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian serius. Namun, upaya pengangkutan saat ini menghadapi kendala berupa pembatasan ritase pembuangan sampah ke TPA.
“Memang tumpukan sampah di Pasar Gunungsari cukup banyak. Kami tetap melakukan pengangkutan secara rutin dengan armada yang ada,” ujar Busyairi, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, sebelumnya setiap armada dapat melakukan hingga dua kali ritase ke TPA dalam sehari. Saat ini, setiap armada dibatasi hanya satu kali ritase per hari. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan pengangkutan, terutama ketika volume sampah meningkat.
“Sebelumnya masing-masing armada bisa melakukan dua kali ritase ke TPA. Saat ini dibatasi satu kali ritase per armada setiap hari. Tentunya ini berdampak terhadap penumpukan sampah,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DLH Lobar melakukan pengangkutan tambahan melalui kegiatan gotong royong dengan mengerahkan armada yang tersedia.
Salah satunya dilakukan pada Minggu (20/9), dengan membuka layanan TPA dan memfokuskan pengangkutan di sejumlah titik, termasuk kawasan Pasar Gunungsari. Busyairi menjelaskan, kegiatan pengangkutan bersama pada hari Minggu menjadi pilihan agar penanganan sampah dapat dilakukan secara maksimal tanpa mengganggu pelayanan rutin di lokasi lainnya.
“Kalau kita fokus mengangkut sampah di satu tempat pada hari kerja, Senin sampai Sabtu, konsekuensinya sampah di tempat lain tidak terangkut. Karena itu, hari Minggu menjadi waktu yang paling memungkinkan untuk melakukan gotong royong pengangkutan dengan seluruh armada yang tersedia,” katanya.
Ia menambahkan, Pasar Gunungsari merupakan salah satu lokasi yang cukup sering mendapat penanganan melalui kegiatan gotong royong pengangkutan sampah. Langkah tersebut akan terus dilakukan sesuai kemampuan armada dan kondisi di lapangan. DLH Lobar juga mengajak masyarakat dan pengelola pasar untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dengan mengurangi penumpukan sampah dan meningkatkan kesadaran dalam pengelolaan sampah.
“Kalau diperbolehkan dua atau tiga kali ritase, tentu kami akan berupaya mengangkut lebih banyak sampah. Namun, saat ini memang ada pembatasan ritase di TPA,” pungkasnya. (her)



