Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram akan menerbitkan surat imbauan kepada sekolah terkait pembelian seragam dan atribut siswa. Langkah ini untuk memastikan sekolah tidak membebani orang tua siswa membeli seragam maupun badge baru.
Kepala Disdik Kota Mataram, H. Yusuf, menyampaikan imbauan larangan membeli seragam dan atribut sekolah akan segera diterbitkan. Tujuannya agar sekolah membebani orang tua.
“Imbauan bagi sekolah-sekolah agar pembelian seragam tidak membebani orang tua,” ujarnya pekan kemarin.
Imbauan ini sebagai langkah antisipasi pascapenerbitan nomenklatur perubahan nama sekolah. Ia mengkhawatirkan, perubahan nama tersebut dijadikan dalih oleh pihak sekolah untuk menginstruksikan siswa membeli seragam atau atribut baru.
Yusuf meminta sekolah tidak terburu-buru mengganti atribut maupun seragam. Atribut lama yang masih layak pakai tidak perlu langsung diganti.
“Jangan mengganti badge lokasi, kemudian baju seragam olahraga. Nanti saja diatur di dalam tahun ajaran baru mungkin,” terangnya.
Yusuf menegaskan bahwa sekolah tidak boleh membebani orang tua siswa dengan kebutuhan yang dinilai tidak mendesak.
Sementara itu, penyediaan lambang sekolah untuk tahun ajaran baru, Disdik juga meminta sekolah tidak membebankannya kepada orang tua. Harganya yang relatif terjangkau, sehingga berpeluang atribut tersebut dapat diberikan secara gratis.
“Nanti belum kita bicarakan, nanti kita kumpulkan kepala sekolah. Apa dia gratiskan atau seperti apa kan kita belum tahu nanti,” pungkasnya. (sib)



