BerandaNTBLOMBOK TIMURLotim Harus Miliki Data Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika

Lotim Harus Miliki Data Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika

Selong (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Timur (Wabup Lotim), H. Moh. Edwin Hadiwijaya mendorong pemerintah daerah memiliki data akurat mengenai dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika. Terutama data yang menggambarkan dampak ekonomi MotoGP terhadap masyarakat dan pelaku usaha di Lotim.

Menurut Edwin, penyelenggaraan MotoGP setiap tahun harus menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama sektor pariwisata, penginapan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.

Ia menyoroti angka perputaran ekonomi yang disebut mencapai Rp5 triliun dalam kaitannya dengan penyelenggaraan MotoGP dan aktivitas pariwisata di Lombok. Namun, angka tersebut perlu dianalisis lebih lanjut agar dapat diketahui seberapa besar manfaat ekonomi yang benar-benar mengalir ke Lotim.

“Secara khusus kita harus punya data sendiri. Dari situ kita bisa melakukan analisis dan menyesuaikan dengan data yang ada,” ujar Edwin dikonfirmasi Suara NTB di ruang kerjanya, Senin (12/12/2026).

Edwin mengatakan, data yang perlu disiapkan antara lain jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Lotim selama periode MotoGP, tingkat keterisian penginapan, serta jumlah UMKM yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan tersebut.

Lotim Berpeluang Tawarkan Alternatif Akomodasi

Berdasarkan informasi dari para pegiat homestay, terdapat wisatawan yang sengaja memilih Lotim karena menginginkan suasana yang lebih tenang dan jauh dari hiruk-pikuk keramaian. Kondisi ini dinilai menjadi peluang bagi Lotim untuk mengembangkan potensi wisata sekaligus menawarkan alternatif akomodasi bagi pengunjung MotoGP.

Ketersediaan tempat tidur yang jumlahnya disebut mendekati 1.500 unit. Pemerintah daerah perlu memiliki data yang lebih terperinci, termasuk kondisi menjelang penyelenggaraan MotoGP, untuk mengukur peningkatan permintaan dan manfaat yang dirasakan pelaku usaha penginapan.

Selain sektor penginapan, keterlibatan UMKM menjadi perhatian penting. Edwin berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang memperoleh kesempatan untuk memasarkan produk mereka di kawasan kegiatan MotoGP.

Ia mencontohkan, UMKM binaan Rumah BUMN Pertamina yang memiliki peluang untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Ke depan, perlu dipikirkan bagaimana UMKM yang telah mendapat akses dapat turut membuka peluang bagi UMKM lainnya, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kelompok usaha tertentu.

“UMKM harapannya lebih banyak masuk ke kawasan MotoGP,” harap Wabup.

Identifikasi Peluang Keterlibatan UMKM Lotim di MotoGP Mandalika

Edwin juga mendorong Dinas Perindustrian dan Dinas Koperasi agar mampu mengidentifikasi peluang yang dapat dimanfaatkan. Ini untuk meningkatkan keterlibatan UMKM dalam berbagai kegiatan pendukung MotoGP.

Menurutnya, durasi penyelenggaraan selama tiga hari merupakan waktu yang cukup panjang untuk memberikan peluang usaha, asalkan persiapan, pendataan, dan akses bagi pelaku UMKM dilakukan dengan baik.

Edwin turut menyoroti wilayah Lotim bagian selatan yang memiliki kedekatan geografis dengan kawasan Mandalika. Kedekatan tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk mengembangkan aktivitas ekonomi, terutama melalui penginapan, kuliner, produk lokal, dan berbagai layanan wisata.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kendala yang perlu diatasi bersama. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengaktifkan gerakan ekonomi kreatif dengan melibatkan pemerintah daerah dan komunitas terkait, termasuk jejaring Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) di tingkat daerah maupun provinsi.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperluas akses pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rangkaian kegiatan MotoGP. Baik di dalam kawasan acara maupun melalui aktivitas ekonomi pendukung di Lotim.

Edwin juga menekankan perlunya evaluasi berdasarkan data keterlibatan UMKM pada periode sebelumnya, termasuk rentang 2022–2024. Data jumlah pelaku usaha yang terlibat, peluang yang diberikan penyelenggara, serta perkembangan penjualan perlu dihimpun agar pemerintah dapat mengukur peningkatan partisipasi secara objektif.

Dengan tersedianya data yang lebih lengkap, Pemkab Lombok Timur diharapkan dapat menyusun strategi yang tepat untuk memaksimalkan limpahan ekonomi MotoGP. Dengan demikian, event internasional tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga. Namun juga mampu memberikan manfaat nyata bagi pariwisata, UMKM, dan masyarakat setempat. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO