Mataram (Suara NTB) –Sejumlah sekolah mengalami gangguan server (error) saat melaksanakan tes kompetensi akademik (TKA) pada hari kedua sesi pertama, Selasa (27/10). Alhasil, puluhan siswa dilaporkan tidak dapat mengikuti tes tersebut.
Kepala KCD Dikpora Wilayah I, Purni Susanto mengatakan, kondisi tersebut terjadi sejak hari pertama tes berlangsung. Sejumlah sekolah melapor terkait kendala yang mereka alami.
“Ternyata dari kemarin kejadian ini anak-anak gagal ikut TKA. Satu sesi itu misalnya isinya 20 orang, karena gagal semua error akibat server down. Kalau sudah habis waktunya, tidak bisa dipaksakan. Sekolah harus menjadwalkan ulang TKA susulan,” ujarnya, Selasa (27/10).
Pelaksanaan TKA di Provinsi NTB lanjut Purni, pihaknya menerima laporan belasan sekolah yang terdampak akibat sistem eror,terutama pelaksanaan TKA jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK). Kendala ini pun tidak terjadi di satu daerah, tapi tersebar di sejumlah kabupaten/kota.
“Di hampir semua daerah. Informasinya sesi kedua hari pertama (error). Hari ini kebanyakan di sesi pertama,” terangnya.
Pihaknya belum dapat memastikan pasti siswa yang gagal mengikuti TKA akibat gangguan server ini.
Koordinator Teknis TKA, Dikpora NTB, Lalu Aksa Suhendra membenarkan, adanya gangguan yang dialami hampir seluruh sekolah saat pelaksanaan TKA.
Ia menjelaskan, gangguan ini terjadi di aplikasi client yang digunakan oleh peserta karena adanya masalah di server pusat.
“Hal ini juga menyebabkan mundurnya sesi II dan sesi III satu jam dari jadwal seharusnya untuk memberikan waktu proses mitigasi masalah oleh Tim TKA pusat,” terangnya.
Meski demikian, siswa tetap dapat mengikuti tes pada sesi susulan nantinya. Sekolah diminta mengusulkan jadwal susulan untuk memastikan siswa tetap dapat mengikuti tes.
“Peserta terdampak hal tersebut diusulkan untuk mengulang sesi di jadwal susulan,” kata Aksa.
Gangguan server ini terjadi di pusat,sehingga pihaknya belum mengetahui tindak lanjut untuk mencegah kejadian serupa terulang. Namun, Dikpora terus melakukan koordinasi dengan tim TKA di kabupaten/kota untuk menyampaikan informasi kepada satuan pendidikan agar tetap tenang.
Ia meminta sekolah tetap tenang dan tidak melakukan hal-hal yang bisa memperparah situasi. “Jika harus dialihkan ke jadwal susulan dokumen BA diisi dengan benar, kendala teknis disampaikan, peserta terdampak ditandai untuk nanti diusulkan ke jadwal susulan,” pungkasnya. (sib)



