BerandaNTBLOMBOK TIMURBapenda Lotim Akui Target Pajak MBLB Rp25 Miliar Sulit Tercapai

Bapenda Lotim Akui Target Pajak MBLB Rp25 Miliar Sulit Tercapai

Selong (Suara NTB) – Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Lombok Timur (Bapenda Lotim) mengakui target penerimaan pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) sebesar Rp25 miliar pada tahun 2026 sulit tercapai. Hal ini dipengaruhi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang berdampak terhadap berkurangnya pekerjaan fisik atau proyek pembangunan.


Di sisi lain, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lotim secara keseluruhan baru mencapai Rp464 miliar dari target Rp597 miliar. Target tersebut mengalami peningkatan dalam APBD Perubahan, dari sebelumnya Rp592 miliar.


Kepala Bapenda Lotim, H. Hasni, menjawab Suara NTB di Ekas, Rabu (4/11/2026), mengungkapkan, persentase capaian PAD saat ini berada di kisaran 79 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan capaian pada periode sebelumnya yang mencapai 80 persen.


Menurutnya, sejumlah sektor pajak yang sebelumnya diperkirakan tidak mencapai target, seperti pajak hotel, restoran, dan parkir, masih menjadi perhatian pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penerimaan.


Khusus pajak MBLB, Hasni menjelaskan bahwa penetapan target Rp25 miliar didasarkan pada proyeksi meningkatnya aktivitas pekerjaan fisik, termasuk proyek pembangunan di sejumlah kabupaten lain yang diharapkan turut mendongkrak kebutuhan material tambang dari Lotim.


Namun, kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat membuat banyak pekerjaan fisik mengalami pengurangan. Kondisi tersebut berimbas terhadap permintaan material MBLB dan berpotensi menghambat pencapaian target penerimaan pajak.


“Harapan kami, sebelumnya akan ada banyak pekerjaan fisik di kabupaten lain, sehingga target MBLB dinaikkan menjadi Rp25 miliar dari sebelumnya sekitar Rp14 miliar. Tetapi dengan adanya efisiensi anggaran, kemungkinan target Rp25 miliar ini tidak bisa tercapai,” ungkapnya.


Meski demikian, realisasi penerimaan pajak MBLB menunjukkan perkembangan positif. Jika tahun sebelumnya penerimaan hanya mencapai Rp9,7 miliar, hingga saat ini pada 2026 sudah terkumpul sekitar Rp8,6 miliar.


Hasni menyebutkan, intensitas pengangkutan material MBLB mulai meningkat. Selain itu, pola pembayaran pajak dari aktivitas tersebut juga cenderung menumpuk pada November dan Desember.


Karena itu, Bapenda masih berharap penerimaan MBLB dapat terus bertambah dalam dua bulan terakhir tahun anggaran 2026.


“Realisasi sekarang sudah Rp8,6 miliar. Intensitas keluarnya MBLB juga meningkat. Harapan kita bisa menembus Rp11 miliar sampai Rp12 miliar hingga akhir tahun,” harapnya. (rus)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN












VIDEO