Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram menggelar seleksi tilawatil qur’an (STQ) tingkat pegawai. Kegiatan diharapkan menumbuhkan semangat dan kecintaan terhadap al-qur’an.
Ketua Panitia STQ Korpri, Hj. Baiq Asnayati menyampaikan, pelaksanaan seleksi tilawatil qur’an (STQ) Korpri ke VIII tahun 2024 melombakan tiga kategori yaitu, tilawatil qur’an, tartil qur’an dan adzan. Kegiatan ini diikuti oleh 162 orang dari seluruh organisasi perangkat daerah Lingkup Pemerintah Kota Mataram. “Kegiatan ini diikuti oleh 162 orang peserta,” sebutnya pada, Senin, 21 Oktober 2024.
Dirincikan, 162 peserta terdiri dari 26 orang mengikuti seleksi tilawatil qur’an dengan rincian 17 orang peserta putra dan 9 orang peserta putri. Sementara, tartil qur’an diikuti oleh 67 peserta terbagi menjadi 41 orang peserta putra dan 26 peserta putri.
Asna menyebutkan, peserta lomba adzan juga diikuti oleh 69 orang peserta. “Pelaksanaan STQ Korpri digelar selama tiga hari,” sebutnya.
Sementara itu, tim penilai atau juri berasal dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an berjumlah 9 orang terdiri dari 7 orang dewan hakam dan 2 orang panitera. Asna menyebutkan, pihaknya menyiapkan hadiah untuk tiga mata lomba tersebut mencapai Rp150 juta. Hadiah utama untuk juara pertama mendapatkan hadiah Rp10 juta.
Pjs. Walikota Mataram, Tri Budiprayitno menambahkan, pawai ta’aruf STQ pegawai tidak kalah ramai dengan pelaksanaan STQ umum yang digelar setiap tahunnya. Antusiasme aparatur sipil negara di Lingkup Pemkot Mataram sangat tinggi, sehingga mendorong masyarakat untuk melaksanakan kebaikan.
Dari kegiatan ini, diharapkan pegawai mencintai al-qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Saya berharap STQ bisa setidak-tidaknya mengajak kita semua untuk mencintai al-qur’an,” harapnya.
Pjs. Walikota mengkritisi minimnya ASN yang mengikuti lomba STQ tersebut. Padahal, ia melihat jumlah pegawai di Kota Mataram mencapai 5.659 orang. Dengan rincian, 4.333 orang berstatus sebagai pegawai negeri sipil dan 1.329 berstatus sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). “Tetapi yang ikut lomba hanya 162 orang,” kritiknya.
Melihat minimnya peserta itu, ia meminta seluruh pegawai untuk meramaikan agenda tersebut dengan secara langsung hadir selama tiga hari. “Saya keluarkan direktif seluruh ASN untuk meramaikan kegiatan ini. Paling tidak hadir untuk menonton selama pelaksanaan kegiatan,” demikian kata dia. (cem)


