spot_img
Minggu, Maret 1, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANKecakapan Literasi Masyarakat NTB Harus Terus Ditingkatkan

Kecakapan Literasi Masyarakat NTB Harus Terus Ditingkatkan

Mataram (Suara NTB) –  Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Komunitas Penggerak Literasi (Peningkatan Kompetensi Membaca). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, pada Kamis (29/5/2025) sampai dengan Sabtu (31/5/2025). Kegiatan ini mengundang 90 peserta untuk meningkatkan kecakapan literasi di NTB.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan berbagai macam materi, berdiskusi, dan melakukan praktik peningkatan kecakapan literasi. Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa NTB, Dwi Pratiwi menuturkan, terdapat perbedaan yang mencolok dalam kegiatan literasi dengan tahun sebelumnya.

“Pada tahun lalu, kegiatan peningkatan literasi hanya menyasar pegiat komunitas literasi. Namun, pada tahun ini, kegiatan peningkatan literasi juga menyasar tenaga pendidik. Hal tersebut sesuai dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” jelas Dwi Pratiwi.

Pada hari pertama, penyampaian materi dilakukan pertama oleh Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) dan Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) yang diwakili oleh Akhmad Sudirman, Widyaprada Ahli Muda. Kedua pemateri menyampaikan tugas, fungsi, dan program prioritas masing-masing instansinya. Kedua instansi tersebut memiliki tugas dan fungsi yang beririsan dengan Balai Bahasa sehingga akan ada program-program yang dikolaborasikan ke depannya.

Pemberian materi dilanjutkan oleh Lalu Sirajul Hadi, Wakil Rektor 3 Universitas Nahdlatul Wathan sekaligus Ketua Konsorsium NTB Membaca. Pada sesi pertama, ia menjelaskan posisi kecakapan literasi masyarakat NTB. Ia memaparkan berbagai data, seperti Indeks Pembangunan Literasi dan Indeks Tingkat Kegemaran Membaca masyarakat NTB yang masih sangat rendah, bahkan berada di bawah rata-rata nasional.

“Dengan melihat fakta ini, banyak sekali yang menjadi PR kita. Berbagai lapisan dan lembaga harus saling berkolaborasi, teknologi harus dimanfaatkan untuk menyediakan bahan bacaan literasi, dan membudayakan membaca sejak dini agar terbentuk lingkungan yang baik bagi anak-anak sehingga senang membaca sejak usia dini.

Dalam kegiatan ini pula diluncurkan program inovasi Benar-Benar Membaca dan Membaca Benar-Benar (BBM-MBB). Inovasi ini diluncurkan guna mendekatkan anak-anak dengan bahan bacaan. Harapannya, anak-anak tidak sekadar membaca semata karena tugas, tetapi karena anak-anak memang suka membaca.

Selanjutnya, peserta akan dikenalkan dengan inovasi BBM-MBB pada hari kedua dan ketiga beserta teknis pelaksanaannya. Dalam program ini, guru memiliki peran yang sangat penting untuk keberhasilan program. Setelah kegiatan ini selesai, para peserta wajib mengimplementasikan di sekolah dan komunitas masing-masing. (ron)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO