spot_img
Rabu, Februari 18, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWARevisi Penyusunan DED Revitalisasi Venue Olahraga Rampung

Revisi Penyusunan DED Revitalisasi Venue Olahraga Rampung

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Sumbawa memastikan revisi Data Engenering Design (DED) rencana rehabilitasi empat venue olahraga Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT tahun 2028 sudah selesai dilakukan.

“Revisinya DED-nya sudah tuntas kami lakukan dan memang ada penambahan nilai dari kebutuhan awal sebesar Rp11,5 miliar, tetapi tidak banyak,” kata Kepala Dinas Popar, Tata Kostara kepada Suara NTB, Rabu, 1 Oktober 2025.

Ia melanjutkan, revisi teknis DED tersebut berkaitan dengan kenyamanan bagi para atlet yang akan bertanding nantinya dan para penonton. Salah satunya toilet atlet dan penonton harus terpisah, termasuk ruangan relaksasi bagi para atlet.

“Rekomendasi tersebut sudah kita selesaikan di DED yang baru, karena rekomendasi itu untuk kenyamanan atlet. Kami juga dalam waktu akan segera melaporkan ke pimpinan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, penyusunan DED tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan PON NTB-NTT tahun 2028 mendatang. Bahkan empat venue olahraga yang direvitalisasi tersebut pada prinsipnya disiapkan sebagai lokasi pelaksanaan PON nantinya.

“Empat DED tersebut yakni GOR Mampis Rungan untuk perluasan area pertandingan, Lapangan Cendrawasih penataan tribun dan lapak UMKM, GOR Pragas dan venue panahan di Sirkuit Samota,” ucapnya.

Tata meyakinkan, untuk pelaksanaan terhadap DED ditargetkan dalam bulan ini (Oktober) sudah mulai berjalan. Hal itu dilakukan untuk memastikan venue tersebut siap sebelum tahun 2028 mengingat NTB-NTT sudah ditetapkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Awal-awal bulan ini sudah mulai running, kami juga berharap dukungan dari semua pihak untuk mendukung rencana tersebut,” tambahnya.

Ia menambahkan, salah atu usulan yang diharapkan bisa mulai ditangani di tahun 2025 adalah penataan GOR Pragas dan selanjutnya akan ditangani di tahun 2026. Sehingga diharapkan di tahun 2027 semua venue tersebut sudah siap dan di tahun 2028 hanya persiapan tekhnis pertandingan.

“Kami berharap penanganan venue tersebut bisa tuntas di tahun 2027, sehingga di tahun 2028 tinggal finishing saja termasuk kesiapan venue lebih lanjut,” ucapnya.

Sebagai informasi awal, untuk revitalisasi GOR Mampis Rungan membutuhkan anggaran sekitar Rp1,9 miliar dan untuk revitalisasi lapangan Cenderawasih sekitar Rp5, 5 miliar. Tribun penonton di GOR Pragas membutuhkan anggaran sekitar Rp2, 5 miliar, dan venue panahan Samota sekitar Rp2 miliar. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO