PEMERINTAH Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Ampenan, akan mulai melakukan pendataan anak tidak sekolah (ATS) di wilayahnya. Pendataan ini bertujuan agar anak-anak yang belum mengenyam pendidikan dapat difasilitasi untuk mendapatkan pendidikan, baik formal maupun nonformal.
Langkah ini merupakan program yang digagas oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Pendidikan, yang sekaligus meluncurkan sistem aplikasi “Mataram Terampil” dalam kegiatan yang digelar di Aula Rinjani BPMP, Kamis, 2 Oktober 2025.
Aplikasi “Mataram Terampil” ini akan terintegrasi langsung dengan sistem administrasi kelurahan, sehingga kelurahan bisa langsung memasukkan data ATS yang ditemukan di wilayah masing-masing ke dalam sistem pusat.
Lurah Pagutan Timur, Suprianto, menyampaikan, setelah sistem ini aktif di kelurahan, pihaknya akan langsung membentuk tim pendataan lapangan, sekaligus menyiapkan operator kelurahan yang akan mengelola aplikasi tersebut.
“Begitu sistemnya terintegrasi dengan kelurahan, kami akan bentuk tim untuk turun ke lingkungan dan mendata. Kita juga akan siapkan petugas untuk operasikan aplikasinya,” jelasnya, Kamis, 2 Oktober 2025.
Ia menyebutkan, keberadaan ATS biasanya disebabkan oleh faktor ekonomi dan sosial dalam keluarga, seperti keterbatasan biaya, masalah keluarga, atau keharusan bekerja di usia sekolah.
Namun demikian, Suprianto mengakui bahwa hingga saat ini belum ada data pasti apakah terdapat ATS di wilayah Pagutan Timur atau tidak. Karena itu, pendataan ini menjadi langkah awal yang penting untuk memetakan permasalahan secara akurat.
“Kita belum tahu ada atau tidak ATS di sini, tapi kita tetap akan lakukan pendataan untuk memastikan,” katanya.
Program “Mataram Terampil” merupakan upaya kolaboratif antara BPMP NTB dan Pemkot Mataram dalam menekan angka putus sekolah, serta mengembalikan anak-anak ke jalur pendidikan. Anak yang terdata sebagai ATS nantinya akan diarahkan sesuai kebutuhan dan kondisinya, baik ke sekolah formal, lembaga nonformal seperti PKBM, maupun pelatihan keterampilan.
Pemerintah Kelurahan Pagutan Timur berharap program ini menjadi solusi konkret untuk menjangkau anak-anak yang selama ini belum terakomodasi dalam sistem pendidikan nasional.
“Memang kita dari dulu berharap sekali ada program ini, sehingga bisa mengakomodir anak-anak yang mungkin masih belum mendapatkan pendidikan,” pungkas Suprianto.
Dengan melibatkan peran aktif masyarakat, tokoh lingkungan, serta kolaborasi lintas sektor, Pemkot Mataram berharap tidak ada lagi anak usia sekolah yang tertinggal, demi mewujudkan generasi masa depan yang cerdas dan berkualitas. (pan)


