Kota Bima (Suara NTB) – Saat dilantik sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bima, Assoc. Prof. Dr. Ridwan, S.H., M.H., menegaskan komitmennya membawa kampus kebanggaan warga Muhammadiyah di Pulau Sumbawa itu menjadi universitas unggul dan berdaya saing internasional. Dalam visi kepemimpinannya, ia menargetkan bahwa dalam lima tahun seluruh program studi di UM Bima telah memiliki program magister, dan dalam sepuluh tahun ke depan sudah membuka program doktor.
Ridwan menjelaskan, berbagai langkah strategis telah disiapkan dan dijalankan untuk mewujudkan target besar tersebut. Fokus pertama adalah penguatan sarana dan prasarana. “Kami membangun gedung kampus dua yang akan dilengkapi dengan laboratorium komputer, lab multimedia, dan teknik sipil. Serta mengkonversi gedung serbaguna Muhammadiyah menjadi kampus tiga,” terangnya kepada Suara NTB pada Senin (3/11/2025).
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut bukan semata untuk memperluas fasilitas, tetapi juga sebagai respons atas pertumbuhan pesat jumlah mahasiswa dan peningkatan kebutuhan ruang belajar. “Hadirnya tiga kampus ini menjadi kebutuhan karena jumlah mahasiswa kita kini di atas 1.300 orang dan setiap tahun terus meningkat,” jelasnya.
Dengan demikian, pembangunan tiga kampus Muhammadiyah Bima menjadi bagian dari strategi memperkuat kapasitas dan mutu layanan pendidikan yang kompetitif.
Selain penguatan infrastruktur, langkah kedua yang menjadi prioritas adalah penguatan sumber daya manusia (SDM). Rektor menargetkan bahwa pada tahun 2028, 80 persen dosen UM Bima bergelar doktor. “Tiap tahun ada puluhan dosen yang berangkat kuliah doktor, baik di dalam maupun luar negeri. Pembiayaannya melalui beragam skema, mulai dari beasiswa pemerintah dalam negeri, luar negeri, NGO internasional, hingga dukungan internal kampus sendiri,” jelasnya.
Selain studi lanjut, pengembangan kapasitas dosen juga dilakukan melalui berbagai kegiatan, seperti workshop, forum ilmiah, forum profesi, serta dukungan peningkatan karier akademik. “Kita bantu percepatan kenaikan jabatan fungsionalnya,” imbuhnya.
Dari sisi kelembagaan, UM Bima terus menunjukkan kemajuan. Saat ini telah dibuka dua program magister, yaitu Magister Hukum dan Magister Pendidikan Agama Islam. Dua program ini ditargetkan menjadi cikal bakal pembukaan program doktor, setelah terpenuhi syarat memiliki lima guru besar.
“Tentu program studi lain juga diusahakan mengikuti, seperti ilmu komputer, ekonomi, dan lainnya,” sebut Ridwan.
Untuk mendukung visi tersebut, UM Bima juga memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan eksternal melalui peningkatan akreditasi. “Pasca-2028 nanti, kita merencanakan naik ke akreditasi unggul dan internasional,” ujarnya optimistis.
Dengan semangat transformasi dan penguatan mutu akademik, Ridwan meyakini UM Bima akan tumbuh menjadi universitas unggul di kawasan timur Indonesia, sekaligus berdaya saing di tingkat Asia Tenggara. (hir)

