spot_img
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWASumbawa Beri Atensi Khusus Perbaikan Dapodik

Sumbawa Beri Atensi Khusus Perbaikan Dapodik

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa mengaku tengah memberikan atensi khusus terkait perbaikan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di sejumlah sekolah. Pemberian atensi ini, karena Pemkab khawatir persoalan Dapodik akan berdampak terhadap rencana revitalisasi terhadap sekolah tersebut.

“Masalah Dapodik menjadi atensi kita. Kami sangat menekankan ke sejumlah operator sekolah untuk serius menyelesaikan masalah ini karena akan berimbas pada perbaikan infrastruktur pendidikan,” kata Sekretaris Dikbud, Sudarli kepada Suara NTB, pekan kemarin.

Sudarli mengaku, saat ini kondisi Dapodik masih banyak yang harus dilakukan perbaikan dan pemutakhiran data lebih lanjut. Hanya saja, kendala utama yang dihadapi saat ini yakni kurangnya tenaga operator sekolah yang menjadi penanggung jawab khusus Dapodik.

“Kondisi operator Dapodik kita sangat terbatas, dan ada juga yang belum memiliki pemahaman yang sama, sehingga perbaikan Dapodik ini menjadi kendala selama ini,” ucapnya.

Berdasarkan data jumlah tenaga operator Dapodik saat ini hanya 203 orang. Sementara jumlah yang dibutuhkan mencapai 646 orang baik di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kami baru memiliki 203 tenaga operator sekolah mulai dari tingkat SD maupun SMP. Sementara kebutuhan kita mencapai 646 orang artinya kita masih kurang sebanyak 443,” ucapnya.

Meskipun jumlah tenaga operator Dapodik saat ini terbatas, tetapi pemerintah tetap berkomitmen untuk melakukan perbaikan terhadap data tersebut secara bertahap. Bahkan upaya perbaikan terhadap Dapodik akan dimulai dari bulan Desember hingga Oktober mendatang.

“Cut off per 31 Oktober, sehingga kami akan berusaha memanfaatkan waktu yang untuk melakukan perbaikan terhadap data tersebut meski jumlah kita sangat terbatas,” sebutnya.

Tugas operator sekolah ini sangat penting seperti menyebarkan formulir pendataan Kepala Sekolah, PTK, dan peserta didik untuk dimasukkan ke dalam aplikasi. Kemudian, operator sekolah akan mengirim data yang sesuai dengan formulir tersebut ke server melalui aplikasi dapodik.

Ia juga menambahkan, saat ini tugas tenaga operator sekolah semakin kompleks dengan adanya penggunaan data Dapodik sebagai pedoman tunjangan guru. Selain itu penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), dan Program Indonesia Pintar (PIP) juga menjadi tugas operator.

“Operator sekolah saat ini menjadi pusat informasi bagi Kepala Sekolah, guru, maupun peserta didik yang bertanya soal keakuratan dapodik sehingga kami berharap kekurangan yang kami miliki saat ini bisa ditambah, ” pungkasnya. (ils)

IKLAN

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO