Mataram (Suara NTB)-Pekan Olah Raga (PON) XXII NTB-NTT tahun 2028 memang masih lama. Namun KONI dan Pemprov NTB antusias untuk mempersiapkan semua kebutuhan penyelenggaraan multi event olahraga terbesar di Indonesia tersebut. Terutama bagaimana melobi pemerintah pusat agar mulai mencicil pembangunan venue dan infastruktur untuk mendukung pelaksanaan PON.
Ketua KONI NTB Mori Hanafi mengatakan, pihaknya menginginkan agar venue-venue olahraga untuk PON ini tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB. Misalnya di Bima diharapkan bisa terbangun venue Volley Indoor dengan harapan gedung tersebut pasca-PON bisa dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga yang lain seperti basket, futsal, volley indoor dan lain-lain.
“Kita harapkan gedung sarana olahraga pasca-PON itu bisa digunakan untuk kepentingan Kota Bima secara optimum keberlanjutannya. Kita harapkan bisa menjadi gedung serbaguna, seperti pertmuan-pertemuan, olahraga tingkat nasional dan lainnya” kata Mori Hanafi kepada Suara NTB kemarin.
Venue-venue strategis untuk PON diharapkan banyak terbangun di kabupaten/kota, sebab sebagian besar belum memiliki gedung yang memadai untuk kegiatan nasional. Petanya kebutuhan infrastruktur venue sudah disusun. Intinya yaitu 10 kabupaten/kota akan mendapat sarana gedung olahraga. Meskipun demikian pusat pelaksanaan PON ada di Pulau Lombok.
Menurut Mori, dari 27 sampai 30 cabor yang akan berlaga di NTB, kemungkinan besar 20 cabor akan berlangsung di Pulau Lombok lantaran fasilitas sosial dan fasilitas umum yang sudah mencukupi, utamanya keberadaan hotel untuk menginap atlet dan ofisial.
Di PON 2028 mendatang, kamar hotel yang dibutuhkan sebanyak 15 ribu kamar. Pihaknya sudah menghitung sampai dengan tahun 2028 mendatang, kebutuhan tersebut optimis bisa tercapai di Pulau Lombok seiring dengan banyaknya investasi pembangunan hotel di daerah ini.
“Kalau itu bisa tercapai, kita tak perlu bangun asrama atlet. Karena di banyak tempat, pembangunan asrama atlet ini ujung-ujungnya terbengkalai, tak bisa digunakan. Paling nanti kita bangun asrama atlet yang kapasitas sekitar 100 lebih. Itu yang nanti akan digunakan jika ada Pelatda Provinsi,” katanya.
Mori mengatakan, dari 54 cabor yang akan dipertandikan di PON 2028 mendatang, sebanyak 27 cabor akan dimainkan di NTB. Namun demikian Mori optimis jumlah cabor yang akan dimainkan di NTB akan bertambah.
Ia mengatakan, wacana pembangunan GOR di Lombok Barat untuk mendukung pelaksanaan PON 2028 masih terus diupayakan. Bahkan tim DED dari Jakarta sudah datang untuk melihat Lokasi pembangunan GOR basket di Kecamatan Gunung Sari.
“Lahannya sudah dibebaskan oleh Pemkab Lombok Barat seluas 1,2 hektare,” katanya.(ris)

