BerandaEKONOMIAstindo NTB Soroti Minimnya Euforia Jelang MotoGP Mandalika 2025

Astindo NTB Soroti Minimnya Euforia Jelang MotoGP Mandalika 2025

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Astindo) NTB, Sahlan M. Saleh, mengkritik minimnya komunikasi antara penyelenggara MotoGP Mandalika 2025 dan pelaku industri pariwisata lokal. Dengan waktu pelaksanaan hanya dua bulan lagi, Sahlan menyayangkan tidak adanya geliat atau euforia di daerah menjelang ajang balap internasional tersebut.

Menurutnya, hingga awal Juli 2025, belum ada satu pun pertemuan resmi antara penyelenggara—dalam hal ini Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC)—dengan asosiasi pelaku usaha pariwisata di NTB. “MotoGP Mandalika 2025 sebentar lagi, tapi euforianya tak terasa di daerah sendiri. Tidak ada komunikasi dari MGPA atau ITDC dengan stakeholder pariwisata lokal. Kami seolah hanya dibutuhkan saat mengerahkan penonton, bukan bagian dari ekosistem event ini,” tegas Sahlan, Minggu, 6 Juli 2025.

Ia menilai, seharusnya penyelenggara tidak bersikap eksklusif dan lebih terbuka dalam membangun komunikasi dengan pelaku usaha lokal. Astindo, bersama asosiasi pariwisata lainnya, disebut telah berkontribusi sejak awal pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika hingga berbagai event internasional yang digelar sebelumnya.

Astindo NTB, lanjut Sahlan, tetap aktif menjual paket wisata MotoGP 2025, termasuk menyasar wisatawan mancanegara, khususnya dari Eropa. Namun, ia menyoroti perbedaan orientasi antara penyelenggara dan pelaku usaha lokal. “Bagi kami, penonton MotoGP idealnya juga menjadi wisatawan. Sementara MGPA hanya fokus pada jumlah penonton, tanpa memperhatikan apakah mereka berwisata atau tidak. Padahal keberhasilan event ini tidak hanya diukur dari tribun penuh, tapi juga dari dampaknya ke ekonomi dan pariwisata lokal,” jelasnya.

Sahlan menambahkan, upaya mendatangkan wisatawan akan sulit dioptimalkan jika tidak ada dukungan komunikasi dari penyelenggara. Ia berharap ke depan sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dapat diperkuat agar MotoGP Mandalika menjadi kebanggaan bersama. “Kami ini tahu betul pasarnya, punya jaringan dan akses. Tapi kalau penyelenggara terlalu eksklusif dan tidak mau duduk bersama, bagaimana mau sukses bersama? Kami juga merasa malu, ada Sirkuit Mandalika di daerah kita sendiri, tapi belum jadi magnet wisata karena kurang koordinasi,” ungkapnya.

Astindo berharap penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 tidak mengulang pola tahun-tahun sebelumnya, dan lebih terbuka terhadap partisipasi elemen lokal sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

Sebelumnya, MGPA dan ITDC telah melakukan audiensi dengan Gubernur NTB, Dr. H. Muhammad Iqbal, untuk menyampaikan laporan MotoGP 2024 serta memaparkan rencana pelaksanaan MotoGP 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Oktober 2025 di Sirkuit Mandalika.

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, dalam kesempatan itu menyampaikan harapan agar event internasional seperti MotoGP dapat diperkuat dari sisi promosi, dukungan lintas sektor, dan sinergi dengan program-program lokal agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat NTB. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO