spot_img
Rabu, Januari 14, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK TIMURIAIH Pancor Gelar Konferensi Internasional Bahas Ketahanan Sosial dan Dinamika Dakwah di...

IAIH Pancor Gelar Konferensi Internasional Bahas Ketahanan Sosial dan Dinamika Dakwah di Era Perubahan

Selong (suarantb.com) – Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) Pancor sukses menyelenggarakan International Conference on Social Humanities (ICSH) 2025, Kamis (11/12/2025). Bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 kampus setempat, konferensi bertema “Resilience and Harmony: Navigating Social Change, Humanities and Da’wa” ini menghadirkan diskusi intensif mengenai respons dunia akademik dan dakwah terhadap perubahan sosial.

Ketua Panitia ICSH 2025, Daeng Sani Ferdiansyah, M.Sos., dalam rilisnya kepada Suara NTB menegaskan bahwa konferensi ini digagas untuk memperkuat kontribusi akademisi terhadap isu-isu sosial yang berkembang. Menurutnya, perubahan sosial yang terjadi saat ini menuntut perguruan tinggi untuk hadir memberikan arah dan solusi.

“Konferensi ini bukan sekadar forum ilmiah, tetapi ruang kolaborasi untuk membaca ulang kondisi sosial kita. Melalui pertukaran gagasan, riset, dan dialog lintas negara, kita berharap dapat merumuskan perspektif baru yang relevan bagi masyarakat,” ujar Daeng.

Ia menambahkan, ICSH 2025 dirancang sebagai platform berkelanjutan bagi peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk mengkaji ketahanan sosial serta harmonisasi nilai-nilai kemanusiaan. “Kami ingin ICSH 2025 menjadi tradisi akademik yang konsisten, yang tidak hanya memotret masalah, tetapi juga menawarkan arah perbaikan,” katanya.

Dakwah di Hadapan Audiens Kritis

Rektor IAIH Pancor,Dr. TGB. M. Zainul Majdi, MA., dalam pemaparannya menyoroti relevansi tema konferensi dengan realitas masyarakat kontemporer. Ia mengungkapkan, audiens dakwah kini jauh lebih kritis dibandingkan dua dekade lalu.

“Sekarang audiens mempertanyakan banyak hal yang dulu dianggap aksioma. Pola pertanyaan jamaah pun bergeser dari isu keseharian menjadi persoalan global,” ujarnya sambil berbagi refleksi pengalamannya sejak pulang dari Kairo pada 1997.

Menurutnya, perubahan pola pikir masyarakat menuntut para pendakwah, akademisi, dan pemimpin publik untuk memperkuat kapasitas keilmuan serta sensitivitas sosial. “Kita tidak bisa lagi berdakwah dengan pendekatan lama. Masyarakat kini menuntut argumentasi, data, dan kedalaman pandangan,” tegasnya.

Soroti Literasi Digital & Etika AI

Konferensi yang berlangsung dinamis ini juga menghadirkan pembicara tamu internasional,Dr. Juzlinda Moh Ghazali, Dekan FMKK Universitas Islam Selangor, Malaysia. Ia menyoroti tantangan ketahanan sosial di era digital, khususnya menyangkut literasi digital dan etika kecerdasan buatan (AI).

Dengan menyebut bahwa 60 persen populasi Muslim berusia di bawah 30 tahun, ia mengingatkan adaptasi teknologi yang sangat cepat. “Masyarakat mengonsumsi lebih banyak informasi, tetapi menyerap lebih sedikit kebijaksanaan. Kita semakin terhubung secara digital namun semakin terputus secara emosional,” katanya.

Ia menekankan perlunya kerangka etika AI dan literasi digital yang kuat untuk memitigasi risiko misinformasi, manipulasi, dan kecanduan digital pada generasi muda. “Kita tidak boleh hanya menjadi pengguna, tetapi harus menjadi pembentuk dan penjaga etis AI,” tegasnya.

Konferensi ditutup dengan tingginya partisipasi peserta dalam berbagai sesi presentasi dan diskusi paralel. ICSH 2025 menegaskan komitmen FDK IAIH Pancor dalam memperkuat kontribusi akademik yang konkret bagi persoalan sosial dan kemanusiaan di tengah gelombang perubahan global. (rus)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO