Sumbawa Besar (suarantb.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, kembali mengusulkan anggaran sebesar Rp1 miliar ke untuk merealisasikan pembangunan gudang logistik penanganan bencana.
“Hampir setiap tahun kita usulkan anggaran untuk pembangunan gudang tersebut, tetapi sampai saat ini tidak kunjung ada kejelasan. Ketersediaan gudang kami lakukan, agar penanganan bencana bisa lebih maksimal,” kata Kepala Pelaksana BPBD, Muhmmad Nur Hidayat.
Dayat melanjutkan, kebutuhan gudang logistik diharapkan bisa segera terealisasi di Sumbawa. Selama ini, pemerintah selalu memberlakukan skema “tukar nota” dalam upaya penanganan lebih lanjut atas bencana yang terjadi.
“Kita pakai skema tukar nota, jadi ketika kita butuhkan barang baru kita ambil di sejumlah rekanan yang ada. Sehingga kebutuhan gudang logistik kita anggap cukup mendesak,” ujarnya.
Kebutuhan gudang logistik juga menjadi atensi untuk bisa direalisasikan, mengingat Sumbawa merupakan daerah rawan terjadi bencana. Selain itu, gudang logistik juga diharapkan bisa menjadi gudang bersama untuk kabupaten/kota lain di Pulau Sumbawa.
“Hampir 80 persen wilayah di Sumbawa rawan bencana, sehingga kami berharap gudang logistik bisa segera direalisasikan pemerintah. Kami juga akan menjadikan gudang tersebut menjadi gudang bersama nanti,” jelasnya.
Ia meyakinkan, jika usulan anggaran tersebut disetujui, maka pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Kordinasi tersebut berkaitan dengan desain bangunan gudang yang layak dan aman untuk stok logistik dalam rentan waktu yang cukup lama.
“Desainnya tetap akan kita minta persetujuan dari BNPB sebab ada syarat khusus yang harus dipenuhi baik itu tata letak maupun tinggi lantai gudang agar asas kemanfaatan bisa dirasakan dalam jangka waktu yang lama,” tukasnya. (ils)



