Mataram (suarantb.com) – Kondisi cuaca tidak menentu seperti angin kencang dan hujan lebat dipicu akibat peralihan musim. Petugas diingatkan tidak boleh lengah dan masyarakat harus tetap waspada. Pasalnya, bencana alam seperti banjir dan pohon tumbang berpotensi terjadi kapan pun.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Ahmad Muzaki ditemui pada, Selasa (3/3/2026) menerangkan, hujan lebat dan angin kencang yang terjadi secara tidak menentu beberapa hari terakhir disebabkan peralihan musim hujan ke kemarau. Anomali cuaca ini berpotensi terjadinya banjir, longsor, dan pohon tumbang. Oleh karena itu, petugas tetap siaga dan tidak boleh lengah.
“Kondisi anomali cuaca ini potensi bencana tetap ada. Kita di lapangan harus siap-siap dan tidak boleh lengah,” terangnya di temui pada, Selasa (3/3/2026).
Petugas teknis di lapangan, camat dan lurah juga diminta mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi kedaruratan. Muzaki mengatakan, potensi kerawanan bencana yang muncul saat peralihan musim ini adalah banjir kiriman.
Pengalaman tahun sebelumnya, di intensitas hujan di Mataram relatif sedang. Akan tetapi, di hulu hujan lebat sehingga volume air tinggi di hilir. “Bisa saja di sini (Mataram,red) landai cuacanya. Tetapi di hulu ternyata lebat. Makanya kita harus waspada,” katanya mengingatkan.
Selain potensi banjir kata Muzaki, pohon tumbang dan gelombang pasang perlu diwaspadai. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis diminta perlu melakukan perantingan pohon yang tua.
Khusus di kawasan pesisir terutama nelayan diminta mengurangi aktifitas melaut. Ketinggian gelombang di wilayah Selatan mencapai 1,25-2,5 meter. Sedangkan, di wilayah Utara ketinggian gelombang mencapai 2,5-4 meter. “Sebaiknya jangan terlalu jauh kalau melaut,” katanya mengingatkan.
Ia mengingatkan masyarakat waspada terhadap potensi terjadinya bencana akibat peralihan musim ini. (cem)

