Mataram (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram bersiap melaksanakan Sensu Ekonomi yang dijadwalkan mulai pada Mei 2026. Dalam pelaksanaannya, BPS akan melibatkan ratusan petugas lapangan untuk mendukung proses pendataan di wilayah Kota Mataram.
Pendataan ini bertujuan memetakan secara menyeluruh aktivitas ekonomi masyarakat guna menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pemerintah.
Kepala BPS Kota Mataram, Mohammad Reza Nugraha Kusumowinoto, menjelaskan rangkaian kegiatan sensus akan dimulai pada Mei, sementara pelaksanaan pendataan lapangan berlangsung selama tiga bulan, yakni Juni hingga Agustus 2026.
“Sensus Ekonomi dimulai bulan Mei, sedangkan pelaksanaan di lapangan dilakukan pada Juni, sampai Agustus,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menekankan pentingnya dukungan masyarakat dan media dalam menyukseskan agenda nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun tersebut, khususnya dalam membantu sosialisasi kepada publik.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, BPS Kota Mataram akan merekrut tenaga tambahan sebagai petugas lapangan. Secara keseluruhan, kebutuhan petugas di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai sekitar 5.000 orang.
Sementara untuk Kota Mataram, kebutuhan petugas diperkirakan mencapai ratusan orang, mengingat kota ini merupakan salah satu pusat perekonomian di NTB.
“Kalau di Mataram sekitar ratusan, tidak sampai ribuan. Tetapi yang jelas kami membuka kesempatan bagi masyarakat umum,” jelasnya.
Reza menambahkan, proses rekrutmen akan dilakukan secara terbuka, terutama bagi masyarakat yang berdomisili di masing-masing kecamatan. Informasi terkait jadwal dan teknis pendaftaran akan diumumkan melalui kanal resmi BPS Kota Mataram, seperti media sosial dan situs web.
“Nanti kami akan melakukan rekrutmen dari masyarakat di tingkat kecamatan. Informasi lebih lanjut bisa dipantau melalui Instagram, kanal resmi, maupun situs web kami,” katanya.
Menurutnya, Sensus Ekonomi memiliki peran strategis dalam menyediakan basis data ekonomi yang komprehensif dan akurat. Data tersebut nantinya akan menjadi rujukan penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan program pembangunan di berbagai sektor.
“Target sensus ekonomi ini adalah mendata seluruh aktivitas ekonomi, sehingga data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja pemerintah dan mendukung berbagai program pembangunan,” pungkasnya. (pan)

