Mataram (Suara NTB) – Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berupaya memperkenalkan sastra salah satunya puisi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Salah satunya, Balai Bahasa NTB akan melaksanakan Festival Musikalisasi Puisi. Sebagai salah satu rangkaian kegiatan menuju Festival Musikalisasi Puisi, Balai Bahasa NTB melaksanakan Bengkel Musikalisasi Puisi bagi Siswa Menengah Tahun 2026 di Aula Wijayakusuma, BPMP NTB, Selasa, 14 April 2026 dan Rabu, 15 April 2026.
Sebanyak 80 peserta yang terdiri atas siswa dan guru pendamping dari 20 sekolah SMA/SMK/MA di Kota Mataram hadir pada kegiatan ini. Selain hadir secara luring, beberapa peserta juga mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.
Pada pembukaan kegiatan, hadir Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi bersama Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa NTB, Diah Rachma Yudita dan perwakilan pejabat BPMP NTB, Ma Min Shen. Dalam sambutannya, Diah Rachma Yudita menyampaikan harapan atas terlaksananya kegiatan ini.
“Musikalisasi puisi merupakan cara yang indah bagi siswa untuk lebih memahami puisi dan menemukan cara baru mengekspresikannya. Kami berharap para peserta memperoleh pengetahuan dan informasi baru dalam mengekspresikan puisi,” ujarnya.
Kepala Dikpora NTB Syamsul Hadi menekankan bahwa bengkel musikalisasi puisi ini merupakan tempat untuk menciptakan kreasi dan berinovasi dalam bentuk musikalisasi puisi. “Musik dan bunyi dapat memperkuat makna kata, menggiring makna, dan membangun konteks dari sebuah makna puisi,” Syamsul Hadi.
Narasumber yang hadir dalam kegiatan ini adalah Syamsul Hadi, Kepala Kantor Cabang Dinas Wilayah I Dikpora Provinsi NTB, Purni Santoso, bersama para seniman dan sastrawan, yaitu Agus Wintarno, Kiki Sulistiyo, dan Pantjoro Sumarsa.
Syamsul Hadi menyampaikan materi “Kebijakan Apresiasi Sastra di Provinsi Nusa Tenggara Barat” dan Purni Santoso menyampaikan materi “Kebijakan Apresiasi Sastra di Kabupaten Lombok Barat, Mataram, dan Lombok Utara”. Adapun Kiki Sulistyo menyampaikan materi “Struktur Puisi, “Penafsiran Puisi”, dan “Pemilihan Puisi”. Pantjoro Sumarsa menyampaikan materi “Dasar-Dasar Musik”, “Aransemen Sederhana”, dan “Penentuan Genre sesuai Warna Puisi”. Agus Wintarno menyampaikan materi “Sinkronisasi Puisi dan Musik”, ‘Ekspresi Visual dan Konsep Penampilan”, dan “Etika Penampilan”. (ron)

