Praya (Suara NTB) – Pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan untuk menggelar operasi mata bagi 10 ribu penderita mata katarak secara nasional selama tahun 2026 ini. Dalam hal ini Kemensos akan menggandeng pemerintah daerah, filantropis dan pemerintah daerah untuk menggelar operasi mata katarak secara gratis bagi penderita mata katarak di seluruh Indonesia. Kegiatan operasi mata katarak sendiri sudah dimulai sejak bulan Januari kemarin.
“Dan, hari ini kegiatanya kita gelar di NTB dengan pusat kegiatan di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng),” sebut Mensos Saifullah Yusuf, kepada awak media usai meninjau langsung kegiatan operasi mata katarak di Rumah Sakit (RS) Mandalika, Desa Sengkol Kecamatan Pujut, Loteng, Jumat (17/4/2026).
Tahun lalu kegiatan operasi mata katarak yang dilaksanakan oleh Kemensos berhasil menyasar sekitar 6 ribu penerima manfaat. Tahun ini ditargetkan bisa sampai 10 ribu penerima manfaat. Dengan capaian sampai bulan Maret 2026, sudah ada 896 penerima manfaat yang mendapat layanan operasi mata katarak.
Kegiatan operasi mata katarak tersebut akan terus digelar diseluruh wilayah Indonesia. Dirianya juga akan berkeliling ke NTT, Sumatera, Kalimantan dan daerah lainnya untuk memastikan kegiatan operasi mata katarak berjalan seusia harapan. “Mohon doa restunya semua. Semoga kegiatan ini bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Nantinya sebut Gus Ipu – sapaan akrab Mensos, akan lebih banyak lagi penerima mata katarak yang memperoleh layanan operasi mata katarak. Dengan begitu masyarakat yang sebelumnya mengalami kesulitan penglihatan, bisa melihat kembali secara normal. “Operasi mata katarak ini bagian dari arahan Presiden. Dalam rangka memberikan bantuan dan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tandasnya.
Disinggung target operasi mata katarak di NTB, Mensos telah mengalokasikan sebanyak 500 penerima manfaat dengan 100 orang penerima manfaat dialokasikan untuk Loteng.
Pihaknya mendorong pemerintah daerah bisa melanjutkan kegiatan serupa di daerahnya masing-masing. Berkolaborasi dengan berbagai pihak di daerah. Sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat dari program operasi mata katarak tersebut ke depannya. (kir)

