Bima (Suara NTB) – Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bima, mengeluhkan maraknya sapi yang berkeliaran bebas di badan jalan. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan dan dikhawatirkan memicu kecelakaan lalu lintas.
Keluhan tersebut berasal dari warga yang sering melintas di jalur Pantai Kalaki, Panda, dan sekitarnya. Di wilayah ini, ternak kerap terlihat berada di tepi hingga tengah jalan, bahkan hampir setiap hari tanpa terlihat adanya penertiban.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sapi sering bergerombol di badan jalan dan berdiri cukup lama di jalur kendaraan. Situasi ini memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan atau menunggu hingga ternak bergeser dari jalan.
Salah seorang pengguna jalan, Arif mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan semakin meresahkan, terutama saat malam hari. “Hampir tiap hari saya lihat sapi di jalan, terutama di wilayah Kalaki sama Panda. Kadang sampai bergerombol di tengah jalan, jadi kita harus pelan-pelan sekali,” ujarnya, Jumat (17/4).
Ia mengatakan, keberadaan sapi di jalan sangat berbahaya karena hewan tersebut sering bergerak tiba-tiba tanpa bisa diprediksi pengendara
Keluhan serupa disampaikan Rina, warga yang juga kerap melintas di jalur tersebut. Ia menilai keberadaan sapi di badan jalan sudah menjadi pemandangan yang hampir setiap hari ditemui.
Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya mendapat perhatian serius karena berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan. “Kalau dibiarkan terus, pasti ada saja kejadian. Kita sebagai pengguna jalan jadi waswas terus tiap lewat situ,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Herman, pengendara lainnya yang mengaku pernah hampir menabrak sapi yang tiba-tiba melintas di jalan. “Saya pernah hampir tabrak sapi, untung sempat ngerem. Itu kejadiannya pagi hari disekitaran setelah Taman Panda kalau dari arah kabupaten, sapi tiba-tiba nyebrang,” katanya.
Ia juga menyebut, selain sapi, sesekali terlihat ternak lain seperti kuda, meski jumlahnya tidak sebanyak sapi. “Kalau kuda ada juga kadang-kadang, tapi yang paling sering memang sapi. Itu yang paling banyak di jalan,” ujarnya.
Kekhawatiran warga meningkat setelah adanya insiden mobil yang menabrak sapi di wilayah Kalaki beberapa waktu lalu hingga menyebabkan kendaraan mengalami kerusakan parah. Peristiwa tersebut menjadi pengingat akan risiko nyata yang dapat terjadi akibat ternak yang dilepas bebas di jalan raya.
Warga berharap adanya perhatian serius dan langkah nyata dari pihak terkait untuk melakukan penertiban ternak yang berkeliaran di badan jalan. Selain itu, pengawasan rutin dinilai penting agar ternak tidak lagi dilepas bebas di jalur lalu lintas.
“Kami cuma berharap ada penertiban rutin, supaya sapi tidak lagi berkeliaran di jalan. Ini demi keselamatan bersama juga,” ujar Arif.
Harapan serupa disampaikan Rina yang meminta adanya tindakan berkelanjutan agar kondisi tersebut tidak terus berulang. “Kalau bisa ada tindakan tegas, supaya pemilik ternak juga lebih peduli menjaga ternaknya,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Satuan Pol PP Kabupaten Bima yang dikonfirmasi mengenai penertiban ternak liar masih belum memberikan tanggapan. (hir)

