Bima (Suara NTB) – Dua jemaah haji asal Kabupaten Bima dilaporkan meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Arab Saudi.
Pelaksana tugas Kabag Kesra Setda Kabupaten Bima, H. Ahyani mengatakan kedua jemaah meninggal dunia akibat kondisi kesehatan saat menjalani rangkaian ibadah haji. Sesuai ketentuan yang berlaku di Arab Saudi, keduanya telah dimakamkan di Mekkah.
“Kedua jemaah tersebut adalah H. Abdul Gani asal Kecamatan Palibelo dan Nurseha asal Kecamatan Wera. Dan, sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku di Arab Saudi, keduanya telah dimakamkan di Mekkah,” ujarnya, Senin (1/6).
Pemerintah Kabupaten Bima menyampaikan belasungkawa atas wafatnya kedua jemaah tersebut. Pemda berharap seluruh amal ibadah almarhum dan almarhumah diterima oleh Allah SWT serta memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya kedua jemaah haji tersebut. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan keduanya di tempat terbaik di sisi-Nya,” katanya.
Di tengah kabar duka tersebut, Ahyani memastikan kondisi mayoritas jemaah haji asal Kabupaten Bima lainnya tetap baik. Para jemaah masih melanjutkan rangkaian ibadah haji sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat laporan gangguan kesehatan serius yang dialami jemaah lainnya. Sebagian besar jemaah juga telah menyelesaikan sejumlah tahapan ibadah selama berada di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, jemaah haji lainnya dalam kondisi sehat walafiat dan telah menyelesaikan sebagian besar rangkaian ibadah haji,” ungkapnya.
Pihaknya terus memantau perkembangan dan kondisi para jemaah melalui petugas yang mendampingi pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi. Koordinasi juga dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh jemaah memperoleh pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ahyani menambahkan, seluruh jemaah haji asal Kabupaten Bima dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 6 Juni 2026 pekan ini, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Kami berharap seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci dapat menyelesaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke daerah dalam keadaan sehat,” tandasnya. (hir)


