Bima (Suara NTB) – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Memasuki musim kemarau sangat berpotensi timbulnya kebakaran.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bima, Ruslan mengakui kondisi cuaca panas mulai terasa di sejumlah wilayah dan berdampak pada meningkatnya risiko kebakaran, terutama yang dipicu arus pendek listrik.
“Sekarang terlihat panas maupun kekeringan yang berdampak mudahnya terjadi kebakaran,” jelasnya pada, Jumat (17/4).
Meningkatnya suhu panas mempengaruhi pola penggunaan listrik masyarakat. Penggunaan listrik yang berlebihan, terutama untuk peralatan elektronik saat cuaca panas, berpotensi menimbulkan gangguan pada kabel maupun instalasi listrik di rumah.
Menurutnya, instalasi listrik yang tidak terawat dan penggunaan kabel yang tidak sesuai standar menjadi salah satu faktor utama penyebab kebakaran di tengah kondisi cuaca panas dan kering.
Ruslan mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir telah terjadi dua peristiwa kebakaran di wilayah Kabupaten Bima. Kejadian ini diduga dipicu oleh korsleting listrik. Peristiwa tersebut masing-masing terjadi di Dusun Natu, Desa Poja, Kecamatan Sape dan Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu. “Arus pendek faktor utama untuk dua kejadian (Sape dan Lambu),” ujarnya menegaskan.
Ia menambahkan, kondisi cuaca panas yang mulai terjadi seiring masuknya musim kemarau membuat material mudah terbakar, sehingga api dapat dengan cepat membesar apabila terjadi percikan api akibat korsleting listrik maupun kelalaian penggunaan kompor gas.
Dalam momentum awal musim kemarau ini, Damkarmat Kabupaten Bima mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dengan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman serta tidak menggunakan sambungan listrik secara berlebihan.
Selain itu, warga juga diminta berhati-hati dalam penggunaan kompor gas dan peralatan listrik lainnya, terutama saat meninggalkan rumah dalam kondisi peralatan masih terhubung dengan sumber listrik.
Ia berharap masyarakat dapat lebih peduli terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung, serta segera melaporkan kepada petugas apabila terjadi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan dampak kerugian dapat diminimalkan. (hir)

