SEKRETARIS Komisi II DPRD Kota Mataram, H. Muhtar, SH., menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam menentukan keberhasilan pembentukan dan pengelolaan Koperasi Merah Putih di Kota Mataram.
Menurut Muhtar, keberhasilan sebuah koperasi tidak bisa hanya mengandalkan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Ia menilai, tanpa didukung kepengurusan yang kredibel dan memiliki kemampuan manajerial yang baik, koperasi sulit berkembang secara optimal.
“Tidak serta-merta membangun sebuah koperasi dengan fasilitas yang lengkap itu bisa langsung berhasil. Yang paling penting adalah bagaimana kualitas kepengurusan, mulai dari manajemen hingga akuntabilitasnya,” ujarnya kepada Suara NTB melalui sambungan telepon, kemarin.
Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pembentukan koperasi tanpa proses seleksi kepengurusan yang matang berpotensi menimbulkan berbagai kendala. Ia menyoroti pentingnya mekanisme penjaringan dan uji kelayakan bagi calon pengurus agar koperasi benar-benar dikelola oleh pihak yang kompeten.
Muhtar menyebut bahwa pembinaan berkelanjutan dari instansi terkait juga menjadi faktor penting. Menurutnya, pendampingan tidak boleh berhenti setelah koperasi terbentuk, melainkan harus terus dilakukan guna meningkatkan kapasitas pengurus.
“Pembinaan itu jangan sampai berhenti. Justru itu yang utama agar koperasi bisa berjalan sesuai harapan,” katanya.
Selain itu, Muhtar juga menyinggung keterbatasan sarana yang dihadapi di lapangan. Ia menyarankan agar pemerintah daerah dapat memanfaatkan fasilitas yang ada, seperti ruang kosong di kantor kelurahan, sebagai solusi sementara untuk operasional koperasi.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan anggota secara menyeluruh di setiap wilayah sebagai langkah awal dalam membangun sistem koperasi yang kuat. Menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap koperasi perlu dikelola dengan baik karena proses pengembangannya membutuhkan waktu dan tahapan yang tidak sederhana.
“Koperasi ini tidak bisa langsung besar begitu saja. Ini butuh proses, terutama dari sisi manajerial dan pembinaan,” jelas anggota dewan dari Dapil Ampena ini.
Terkait tujuan utama koperasi, Muhtar menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih seharusnya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat, bukan sekadar menjadi lembaga yang diharapkan menghasilkan keuntungan instan.
Muhtar mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan koperasi bukan hanya soal infrastruktur, melainkan kesiapan SDM yang mengelolanya. Tanpa SDM yang mumpuni, menurutnya, berbagai fasilitas yang telah disiapkan tidak akan memberikan dampak signifikan. (fit)

