Mataram (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menangani kebersihan di kawasan Asrama Haji NTB, Jalan Dr. Soedjono, Lingkar Selatan, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas pengantaran jemaah calon haji (JCH) yang berpotensi menambah volume sampah.
Sekretaris DLH Kota Mataram, Irwansyah, mengatakan sejak hari pertama pengantaran JCH pada Selasa (21/4), volume sampah yang terkumpul mencapai sekitar satu ton per hari.
“Kalau sehari tidak sampai tiga sampai empat ton. Sementara ini rata-rata sekitar satu ton per hari,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, Satgas kebersihan setiap hari melakukan penyisiran di area sekitar Asrama Haji dengan melibatkan petugas dari tingkat kecamatan dan kelurahan. Kegiatan ini bertujuan memastikan lingkungan tetap bersih di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
Pembersihan sampah biasanya dilakukan setelah aktivitas pengantaran jemaah selesai, yakni sekitar pukul 23.00 Wita, saat kondisi kawasan mulai lengang.
“Setelah jemaah diberangkatkan ke bandara, baru kita lakukan pembersihan secara menyeluruh,” jelasnya.
Selain mengerahkan Satgas, DLH juga membagikan karung atau tas besar kepada para pedagang di sekitar lokasi. Upaya ini dilakukan untuk meminimalkan sampah yang tercecer serta memudahkan proses pengangkutan oleh petugas.
“Sejak awal aktivitas di sana, pedagang sudah kami bagikan wadah sampah agar tidak berserakan,” katanya.
Irwansyah mengakui, dengan masa pengantaran JCH yang berlangsung hingga dua pekan, potensi peningkatan volume sampah cukup besar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, DLH telah menyiapkan skema tambahan dengan mengerahkan lebih banyak personel, termasuk pasukan “rompi kuning” guna memperkuat Satgas kebersihan.
Di sisi lain, DLH juga menegaskan larangan bagi pedagang untuk mendirikan lapak di median taman jalan. Kebijakan ini bertujuan menjaga kelestarian tanaman serta ketertiban kawasan.
“Median jalan tidak boleh digunakan untuk berjualan. Itu untuk menjaga fasilitas dan tanaman yang ada,” tegasnya.
Namun demikian, di lapangan masih ditemukan sejumlah pengantar jemaah yang memanfaatkan median jalan untuk mendirikan tenda maupun tempat duduk. Kondisi ini, menurut Irwansyah, cukup sulit dikendalikan karena tingginya antusiasme masyarakat.
“Kami sebenarnya tidak memperbolehkan aktivitas di area tersebut, tetapi di lapangan memang masih ada,” ujarnya.
Untuk itu, DLH mengimbau seluruh masyarakat, khususnya pengantar jemaah dan pedagang, agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.
“Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar kawasan Asrama Haji tetap bersih dan nyaman selama proses pemberangkatan jemaah berlangsung,” pungkasnya. (pan)

