Dompu (Suara NTB) – Seorang siswi di Kabupaten Dompu, diduga diculik dan disekap oleh pria baru dikenal melalui media sosial. Dalam penyekapan itu, korban diduga dirudapaksa. Kasus ini terungkap saat keluarga dan warga mencari pelaku di rumahnya.
Berdasarkan pengakuan korban, pria insial RK awal berkenalan melalui sambungan nomor tidak dikenal pada saluran pesan What’SApp. Komunikasi berlanjut, pelaku kemudian mengajak korban jalan–jalan dan diimingi ditraktir makan bakso bersama teman–temannya.
Korban pun mengikuti ajakan pelaku dan meminta dijemput di gang sekitar rumahnya. Dengan mengendarai motor, keduanya justru ke rumah kosong yang hanya ditempati pelaku. Korban selalu diancam untuk dibunuh jika berusaha kabur dan berteriak minta tolong. Kekhawatiran korban bertambah saat pelaku terlihat menenteng senjata tajam berupa parang. Alat komunikasi milik korban juga disita oleh pelaku. “Mandi saja, saya selalu diawasi sehingga saya tidak berani kabur. Dia selalu ada. Tiga kali saya dipaksa untuk melayaninya,” ungkap korban di Mapolres Dompu pada Rabu, (22/4) malam.
Korban akhirnya bisa selamat dari sekapan pelaku ketika warga sekitar mencari pelaku. Korban sempat sembunyi di lemari, karena mengenali salah satu suara warga. Warga pun sempat menggeledah rumah untuk mencari pelaku, tetapi diketahui berhasil kabur dari pintu belakang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Dompu, Miftahul Su’adah, ST., yang dihubungi, Kamis (23/4) mengakui tim PPA Polres Dompu telah berkoordinasi dengan jajarannya untuk pendampingan terhadap kasus ini. “Tim psikolog kami telah melakukan pendampingan terhadap korban,” ungkap Miftahul Su’adah.
Ia pun mengaku, korban telah dibawakan ke save house atau rumah aman untuk menjaga korban dari rasa trauma dan ancaman dari pihak lain. Selama berada di rumah aman akan mendapatkan pendampingan psikologi. “Karena ini melibatkan perempuan dan anak, kasus ini kami kawal hingga tuntas. Tidak hanya untuk mendapatkan keadilan hukum, tetapi menjaga agar anak ini tidak mengalami trauma yang mengganggu psikologinya,” jelasnya.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan Dinas PPPA akan tetap memberikan pendampingan kepada korban saat dilakukan pemeriksaan. Kepolisian juga masih melakukan pencarian terhadap pelaku. (ula)

