BerandaPENDIDIKANUnram Perkuat Perlindungan dan Kualitas PMI Lewat Workshop Pendirian Migrant Center

Unram Perkuat Perlindungan dan Kualitas PMI Lewat Workshop Pendirian Migrant Center

 


Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) menggelar Workshop Pendirian Migrant Center di Ruang Sidang Senat Unram, pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun pusat layanan yang berfokus pada peningkatan kualitas dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).


Workshop dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unram, Prof. Dr. Sitti Hillyana, M.Si. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa isu pekerja migran merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia di NTB. Selain itu, ia menjelaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan tersebut. Dengan jumlah sekitar 1.500 dosen dari berbagai bidang keilmuan, Unram dinilai memiliki kapasitas besar dalam mendukung penguatan sumber daya manusia di NTB.


Ia juga menyebutkan bahwa NTB merupakan salah satu kantong pekerja migran terbesar di Indonesia, menempati posisi keempat secara nasional. Namun demikian, kualitas pekerja migran masih menjadi tantangan, terutama terkait kualifikasi dan perlindungan saat bekerja di luar negeri.
“Kita perlu memastikan dua hal utama, yaitu perlindungan pekerja migran dan peningkatan keterampilan mereka. Jika kedua hal ini berjalan beriringan, maka akan menjadi fondasi kuat bagi masa depan pekerja migran kita,” tegasnya.


Sebagai bentuk komitmen, Unram menyatakan kesiapan dalam mendukung pendirian Migrant Center yang diharapkan menjadi pusat layanan terpadu. Pusat ini akan berperan dalam memberikan perlindungan maksimal sekaligus meningkatkan kompetensi PMI agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.


“Kita berharap Migrant Center ini dapat menjadi pusat perlindungan sekaligus peningkatan keterampilan bagi pekerja migran, sehingga mereka lebih siap bersaing di pasar kerja internasional,” tambahnya.


Dalam workshop tersebut, Direktur Pembinaan Kelembagaan Vokasi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Abri Dana Prabawa, SE, M.PA, memaparkan konsep Migrant Center melalui pendekatan “Dari Kampus ke Pasar Global”.


Ia menjelaskan, pengembangan PMI harus dilakukan melalui ekosistem vokasi terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari sumber talenta (SMK, lembaga vokasi, perguruan tinggi), pelatihan dan peningkatan keterampilan, sertifikasi nasional dan internasional, hingga penempatan dan perlindungan. Pendekatan ini memastikan bahwa pekerja migran tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki kompetensi yang diakui dan mendapatkan perlindungan yang layak.


Kegiatan ini juga menghadirkan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd. serta Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Lombok Timur, Imran Tahir, S.Hut., M.Si. yang memaparkan kondisi ketenagakerjaan dan kebutuhan keterampilan di dunia kerja.


Melalui workshop ini, diharapkan terbangun sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga vokasi serta lembaga terkait dalam mendukung pembentukan Migrant Center di Unram. Ke depan, keberadaan Migrant Center diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia. (ron)



IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO