BerandaPOLHUKAMPOLITIKSejumlah Kader Inti Pindah ke PSI, Demokrat NTB Anggap sebagai Dinamika Politik...

Sejumlah Kader Inti Pindah ke PSI, Demokrat NTB Anggap sebagai Dinamika Politik Biasa

 

Mataram (Suara NTB) – Petinggi partai Demokrat NTB angkat bicara menyoroti langkah sejumlah kadernya yang loncat pagar bergabung menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Bagi Demokrat ada kader yang keluar masuk tersebut dinilai sebagai suatu dinamika politik yang biasa di partai.

Wakil Ketua DPD Demokrat NTB, Syamsul Fikri mengaku bahwa pihaknya tak ingin ambil pusing dengan adanya sejumlah kader partai Demokrat yang pindah ke PSI tersebut. Pihaknya tetap menghormati pilihan politik setiap orang untuk bergabung ke partai politik mana pun.

“Arus keluar – masuk dalam proses kaderisasi itu biasa terjadi. Tetapi kami prihatin ya, saya sebagai wakil ketua I DPD Demokrat NTB prihatin,” kata Syamsul Fikri yang dikonfirmasi usai menghadiri rapat paripurna DPRD NTB, Jum’at (8/5) pekan kemarin

Diketahui dua pentolan kader utama partai Demokrat yang pilih hengkang dan pindah ke PSI yakni Ahmad Ziadi yang menjadi ketua DPW PSI pertama. Kemudian yang teranyar H. Moh Rais Ishak mantan anggota DPRD NTB dari fraksi Demokrat.

“Keduanya adalah kader inti partai Demokrat. Tapi kami sangat menghargai. Saya sebagai wakil ketua I bidang OKK dan bapilu menghormati itu karena dalam politik itu tidak ada nilai kepuasan. Kita tidak bisa memberikan kepuasan kepada kader dan pengurus,” ujarnya.

Syamsl Fikri mengatakan berpindahnya Ahmad Ziadi dan Rais Ishak itu akan dijadikan bahan introspeksi diri dan evaluasi bagi partai Demokrat kedepannya. “Apa sih yang membuat kader itu keluar?Ini akan menjadi evaluasi menyeluruh bagi Demokrat,” katanya.

Meski ada kader inti yang keluar, namun Syamsul Firki mengklaim bahwa diwaktu yang bersamaan banyak tokoh lain yang juga masuk bergabung ke Demokrat. Meski tidak menyebutkan secara rinci nama-nama tokoh yang dimaksud itu, namun Fikri menyebut mereka adalah tokoh yang berasal dari Lombok Tengah, KLU, Lombok Timur dan Pulau Sumbawa.

“Jadi Demokrat tidak pernah kekurangan stok. Sekarang banyak juga tokoh yang ikut bergabung dengan Demokrat,” ungkapnya.

Pindahnya Ahmad Ziadi dan Rais Ishak ke PSI secara otomatis keanggotaan dan hak keduanya sebagai kader Demokrat hilang. “Saya menghormati keputusan keduanya. Itu adalah pilihan terbaik bagi mereka,” tegasnya.

Diketahui dalam kegiatan pelantikan pengurus DPW PSI NTB oleh Kaesang Pangarep pada Jum’at (1/4) lalu, nama Moh. Rais Ishak ikut disebut dalam jajaran pengurus dewan pembina DPW PSI NTB. Selain kader Demokrat, sejumlah figur dari partai lain juga ikut bergabung dan menjadi pengurus PSI, seperti dari PPP dan Nasdem. (ndi)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO