Mataram (Suara NTB) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (FK Unizar). Tiga mahasiswa FK Unizar berhasil meraih Juara II dalam ajang internasional World Innovation for Sustainability Essay Competition (WISEC) 2026 yang diselenggarakan secara hybrid oleh Cakap Riset bekerja sama dengan Universitas PGRI Yogyakarta (UPY).
Ketiga mahasiswa tersebut yakni Ayom Pandu Prakoso selaku ketua tim yang merupakan alumni SMAN 1 Mataram, Diah Primadewi alumni MAN 2 Mataram, dan Sifa Salsabila Pratama alumni SMAN 6 Mataram.
Ajang WISEC 2026 sendiri mengusung tema besar “From Local Ideas to Global Impact: Empowering Youth as Innovation Catalysts for a Sustainable Future.” Kompetisi internasional ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, bahkan juga melibatkan pelajar SMA dan SMP dari berbagai daerah.
Dalam kompetisi tersebut, tim FK Unizar mengangkat isu pernikahan dini di Nusa Tenggara Barat melalui gagasan inovatif bertajuk “Y-CLIC: Youth Community Learning & Certification Model To Prevent Early Marriage Through Contextual Life Skills Education.”
Diah Primadewi menjelaskan, awal mula mengikuti kompetisi tersebut berawal dari dorongan salah satu dosen Fakultas Kedokteran Unizar, Bu Ayu Anulus, SST., M.K.M.
“Awalnya kami disarankan mengikuti lomba internasional ini oleh Bu Ayu Anulus. Pada awalnya beliau juga menjadi pembimbing kami, namun karena lomba ini menggunakan bahasa Inggris, kami kemudian diarahkan untuk dibimbing oleh drg. Sabrina Intan Zoraya, M.K.M. Setelah itu kami mulai melakukan bimbingan bersama beliau sekitar Februari 2026 di kampus,” ujarnya.
Proses persiapan pun tidak berlangsung singkat. Tim melakukan berbagai diskusi intensif untuk menentukan ide terbaik yang relevan dengan isu keberlanjutan dan kondisi sosial di NTB. Mereka kemudian menyusun scientific paper secara bertahap bersama dosen pembimbing.
“Kami menggabungkan ide dari drg. Sabrina dengan gagasan dari tim sendiri, lalu mulai menyusun draf scientific paper-nya,” tambah Diah.
Sementara itu, Sifa Salsabila Pratama menjelaskan tema yang mereka pilih berkaitan dengan sustainable dan innovation atau pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek kesehatan remaja dan pendidikan kontekstual.
“Permasalahan pernikahan dini kami kaitkan dengan bidang kesehatan. Dari situ kami merancang sebuah kurikulum yang nantinya dapat dipelajari oleh para remaja. Program ini juga sejalan dengan program pemerintah seperti PIK-R yang berkaitan dengan kesehatan remaja, dengan tujuan menurunkan angka pernikahan dini sekaligus meningkatkan pengetahuan remaja,” jelasnya.
Melalui program Y-CLIC tersebut, mereka menghadirkan konsep pembelajaran berbasis komunitas dan sertifikasi keterampilan hidup yang diharapkan mampu memberikan edukasi kepada remaja tentang kesehatan reproduksi, kesiapan mental, serta dampak sosial dari pernikahan usia dini.
Selama proses seleksi, tim FK Unizar beberapa kali mengikuti bimbingan mulai dari penyusunan scientific paper, penguatan konsep inovasi, hingga persiapan presentasi finalis. Dari seluruh peserta yang mengikuti kompetisi, hanya 20 tim terbaik yang berhasil lolos menjadi finalis.
Ayom Pandu Prakoso selaku ketua tim mengaku sangat bersyukur dan bangga atas capaian yang berhasil diraih bersama timnya dalam ajang internasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya tentang memenangkan kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk membawa isu lokal NTB agar dikenal di tingkat internasional.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa meraih Juara II di ajang WISEC 2026. Bagi kami, ini bukan hanya soal prestasi, tetapi bagaimana kami bisa membawa permasalahan yang nyata terjadi di NTB ke forum internasional dan menawarkan solusi yang relevan bagi masyarakat. Prosesnya tentu tidak mudah karena kami harus membagi waktu antara perkuliahan dan persiapan lomba, namun berkat kerja sama tim, dukungan dosen pembimbing, dan support dari Fakultas Kedokteran Unizar, kami bisa sampai di titik ini,” ungkap Ayom.
Ia juga berharap inovasi yang mereka gagas tidak hanya berhenti pada perlombaan semata, tetapi dapat dikembangkan dan diterapkan secara nyata di masyarakat.
“Kami berharap program Y-CLIC ini nantinya bisa benar-benar diimplementasikan sebagai media edukasi remaja untuk menekan angka pernikahan dini, khususnya di NTB. Semoga capaian ini juga bisa memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus berani berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik Unizar di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Kegiatan, WISEC 2026 dilaksanakan secara hybrid dengan rangkaian seleksi daring pada 16–17 Mei 2026 melalui Zoom Meeting, sedangkan babak luring dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta pada 27–28 Juni 2026. Kompetisi ini juga menghadirkan berbagai subtema seperti Public Health, Quality Education, Sustainable Environment, hingga Digital Inclusion and Artificial Intelligence.
Keberhasilan mahasiswa FK Unizar ini menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing di tingkat internasional dengan menghadirkan gagasan inovatif yang berangkat dari persoalan nyata di masyarakat.
Prestasi tersebut juga semakin memperkuat posisi Unizar sebagai kampus swasta pertama di NTB yang membuka Fakultas Kedokteran dan menjadi pionir pendidikan kesehatan di wilayah timur Indonesia. Dengan berlandaskan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, Unizar terus mengedepankan keseimbangan antara ilmu, iman, dan amal dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing global.
Tentang Unizar dan Penerimaan Mahasiswa Baru
Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar berdiri tahun 1979, mengambil peran di bidang pendidikan. Yayasan menganggap bidang pendidikan merupakan persoalan yang sangat urgen untuk dipecahkan. Pada saat yang bersamaan, jumlah perguruan tinggi di NTB masih sangat sedikit. Tidak sebanding dengan jumlah calon mahasiswa yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Untuk alasan itulah, kemudian pada tanggal 10 Mei 1981 Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 01/YPLA/1981 tentang Pembentukan Universitas Islam Al-Azhar di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Saat ini terdapat tujuh (7) fakultas dengan 12 (dua belas) program studi di Universitas Islam Al-Azhar.
Unizar sedang membuka penerimaan mahasiswa baru, klik https://pmb.unizar.ac.id/ untuk info lebih lanjut. (ron/*)


