BerandaBIMAKaryawan SPPG di Kecamatan Donggo Reaktif Hepatitis

Karyawan SPPG di Kecamatan Donggo Reaktif Hepatitis

Bima (Suara NTB) – Dugaan hepatitis pada seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Donggo bagian barat menjadi perhatian publik setelah informasi tersebut ramai dibahas di media sosial. Dinas Kesehatan Kabupaten Bima memastikan karyawan yang hasil pemeriksaannya dinyatakan reaktif telah diistirahatkan sementara dari aktivitas kerja.

Informasi itu pertama kali mencuat melalui unggahan akun Facebook Muhammad Soalihin Jamaludin pada Kamis (21/5). Dalam unggahan tersebut, ia meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Bima segera mengambil tindakan karena SPPG berkaitan langsung dengan pelayanan makanan bagi siswa sekolah.

“Ada satu SPPG di Bima itu karyawannya ada yang hepatitis dan ini infonya A1. Saya harap Dinas Kesehatan Kabupaten Bima cepat melakukan tindakan sebelum anak sekolah menjadi korban,” tulisnya di akun medsos pribadinya.

Ia juga menyebut jumlah orang yang diduga terpapar bertambah dari awalnya satu bertambah menjadi empat orang. Kondisi kesehatan karyawan SPPG sebenarnya telah diketahui.

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Nurul Wahyuti, S.E., M.E., membenarkan adanya satu karyawan SPPG yang hasil pemeriksaannya dinyatakan reaktif. Namun, ia menegaskan status reaktif belum dapat dipastikan positif hepatitis karena masih memerlukan pemeriksaan lanjutan.

“Hasil pemeriksaan dulu awalnya ketika masuk sebagai karyawan negatif. Dulu pemeriksaannya per enam bulan sekali, lalu ada aturan pemeriksaan per empat bulan sekali. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata dia reaktif,” ujarnya saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (22/5).

Menurut Nurul, pemeriksaan kesehatan terhadap karyawan memang dilakukan secara berkala. Saat hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan status reaktif, pihak SPPG langsung mengambil langkah tegas.

“Reaktif itu harus ada pemeriksaan lebih lanjut, apakah dia benar-benar positif atau tidak. Tapi hasil pemeriksaan yang reaktif itu, kepala dapur langsung mengambil sikap untuk diistirahatkan dulu untuk bekerja,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima masih melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap kasus tersebut. Pemeriksaan lanjutan juga diperlukan untuk memastikan jenis hepatitis yang diduga diidap karyawan tersebut.

Nurul juga membantah informasi yang menyebut jumlah karyawan terpapar mencapai empat orang. Menurutnya, sejauh ini baru satu orang yang hasil pemeriksaannya dinyatakan reaktif. “Sejauh ini berdasarkan pemeriksaan di lapangan baru satu orang saja yang hasil pemeriksaannya reaktif,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Bima, Bagus Naeni Santoso, menegaskan proses perekrutan tenaga relawan di SPPG selama ini telah mengacu pada ketentuan administrasi yang berlaku.

Menurut dia, mekanisme perekrutan merujuk pada Surat Keputusan Nomor 401 halaman 91 yang mengatur sejumlah persyaratan administrasi tenaga relawan, mulai dari surat lamaran kerja, daftar riwayat hidup, SKCK, surat keterangan sehat, surat bebas narkoba, hingga dokumen administrasi lainnya.

Hingga kini pemerintah belum membuka identitas SPPG yang dimaksud. Dinas Kesehatan Kabupaten Bima menyatakan masih terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap kasus tersebut. (hir)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO