BerandaNTBLOMBOK BARATPemkab Lobar Genjot Literasi Modern Melalui Mendongeng

Pemkab Lobar Genjot Literasi Modern Melalui Mendongeng

Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) terus berupaya menggenjot budaya literasi kalangan masyarakat, khususnya menyasar kalangan usia dini melalui pendekatan metode mendongeng. Bahkan pendongeng nasional, Danang, dihadirkan langsung dalam kegiatan literasi yang digelar di Kantor Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat, Sabtu (23/5/2026).

Kehadirannya menjadi magnet tersendiri bagi ratusan guru, mahasiswa, pelajar hingga pegiat pendidikan yang mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan bertajuk “Literasi Menjadi Pendongeng” itu dibuka langsung oleh Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Pelatihan ini diikuti dengan antusias oleh seratus peserta yang terdiri dari unsur guru, siswa hingga masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Bupati LAZ menekankan, mendongeng bukan sekadar hiburan, melainkan metode terbaik dan abadi untuk mentransfer ilmu serta melatih kemampuan mengeluarkan gagasan. “Salah satu keterampilan menyampaikan gagasan pikiran itu adalah dengan mendongeng. Walaupun sekarang ada teknologi seperti AI, dongeng tetap penting,” ujar Bupati LAZ.

Bupati juga menyoroti pentingnya melatih keberanian berekspresi sejak dini guna mengatasi rasa cemas saat tampil di depan umum. Bupati mengingatkan para peserta bahwa belajar adalah proses seumur hidup. Melalui pelatihan ini, diharapkan para guru, siswa dan masyarakat dapat menciptakan metode komunikasi yang lebih hidup, kreatif dan inspiratif di Kabupaten Lombok Barat.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat, H. Lalu Winengan, menyampaikan budaya bercerita sebenarnya sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk dalam dunia jurnalistik dan media.

Ia menjelaskan, kegiatan literasi tersebut sengaja menghadirkan sosok profesional seperti Danang agar para guru mendapatkan wawasan baru tentang metode pembelajaran yang kreatif dan tidak monoton. Menurutnya, guru harus mampu menghadirkan proses belajar yang menarik sehingga siswa lebih mudah memahami materi pelajaran.

“Saya ingin guru-guru di Lombok Barat ini meningkatkan wawasan dan ilmunya. Jangan hanya terpaku pada teori di buku. Kalau pelajaran dikemas lewat cerita, orang akan tertarik. Kalau sudah tertarik, pasti jadi pintar,” katanya.

Winengan juga mencontohkan bagaimana pendekatan cerita dapat membuat pelajaran berhitung dan matematika terasa lebih menyenangkan bagi siswa. Ia menilai metode tersebut mampu membangun minat belajar anak secara alami.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 250 guru mengikuti pelatihan literasi dan metode bercerita interaktif. Ke depan, program serupa direncanakan akan diperluas hingga ke sekolah-sekolah melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat.

Dalam kesempatan itu, Danang menegaskan, kemajuan sebuah bangsa tidak bisa dilepaskan dari kuatnya budaya literasi masyarakatnya. Menurutnya, literasi bukan hanya sekadar membaca buku, tetapi mencakup banyak aspek kehidupan, mulai dari membaca, berhitung, bernyanyi hingga kemampuan bercerita.

“Kenapa kita harus menggalakkan literasi? Karena untuk memajukan bangsa dan negara itu harus kuat literasinya,” ujarnya.

Ia mengatakan, metode bercerita menjadi salah satu cara paling efektif dalam dunia pendidikan untuk menyampaikan pesan kepada anak-anak maupun masyarakat luas. Dengan cerita yang ekspresif dan interaktif, pesan yang disampaikan akan lebih mudah diterima dan mampu memberi inspirasi kepada pendengar.

“Pada dasarnya manusia itu suka mendengar cerita dan suka bercerita. Maka lewat cerita, pesan pendidikan jadi lebih hidup dan mudah diterima,” ucapnya. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO