BerandaNTBSUMBAWAAkses Jalan Terjal, Pasien di Sumbawa Digotong ke Puskesmas

Akses Jalan Terjal, Pasien di Sumbawa Digotong ke Puskesmas


Sumbawa Besar (Suara NTB) – Seorang pasien di Dusun Ai Tereng, Desa Baturotok, Kecamatan Batulanteh terpaksa harus digotong oleh keluarganya untuk mendapatkan akses layanan kesehatan di puskesmas. Kondisi jalan yang terjal menjadi pemicu utama kendaraan tidak mampu melewati jalan tersebut.

Akan tetapi, Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, memastikan penanganan awal terhadap DI (11) warga Dusun Ai Tereng, Desa Baturotok, Kecamatan Batulanteh sudah dilakukan di tengah akses jalan yang sulit dilalui oleh kendaraan.


“Jadi, pasien tersebut didiagnosa Apendiksitis (infeksi usus buntu) dan sudah kita lakukan penanganan awal di Pustu. Saat ini, pasien juga masih menjalani rawat inap di RSMA dengan kondisi yang berangsur membaik,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, H. Sarif Hidayat kepada Suara NTB, pekan kemarin.


Dijelaskan Sarif, petugas Pustu Baturotok menerima informasi dari keluarga terkait kondisi pasien dan langsung mengutus dua perawat ke rumah pasien. Pemeriksaan awal terhadap pasien dilakukan Senin (18/5) sesuai kewenangan layanan dasar serta edukasi kepada keluarga terkait kondisi apabila pasien nantinya tidak ada perubahan maka harus dirujuk ke rumah sakit.


“Pada Senin (25/5) keluarga melakukan rujukan secara mandiri tanpa koordinasi dengan petugas Pustu Baturotok, sehingga proses evakuasi berikutnya tidak terpantau langsung oleh petugas kesehatan,” ucapnya.


Ia melanjutkan, rujukan mandiri yang dilakukan keluarga menggunakan sepeda motor menuju akses jalan yang bisa dilalui kendaraan roda empat. Di beberapa titik jalan rusak dan sulit dilalui, pasien harus diturunkan dan digendong melewati jalur tersebut sebelum melanjutkan perjalanan kembali menggunakan kendaraan.


“Jadi, keluarga memilih jalur rujukan melalui Kecamatan Orong Telu dengan pertimbangan kondisi jalan yang dinilai lebih baik dan lebih memungkinkan untuk dilalui kendaraan,” ujarnya.

Kendala utama dalam proses rujukan darurat di wilayah Batulanteh adalah kondisi akses jalan yang rusak serta keterbatasan kendaraan ambulans untuk medan sulit. Ambulans yang tersedia saat ini belum memadai untuk menjangkau beberapa wilayah dengan kondisi jalan ekstrem seperti Desa Batu Rotok.


“Sebenarnya kita membutuhkan kendaraan ambulans double gardan, agar pelayanan rujukan darurat dapat dilakukan secara lebih optimal dan aman bagi pasien,” jelasnya.


Pemerintah sebenarnya telah mengusulkan pengadaan ambulans double gardan melalui skema DAK Tahun 2027 ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hal tersebut dilakukan dalam upaya mendukung keselamatan dan percepatan penanganan pasien di daerah dengan akses terbatas.

“Kita sudah usulkan mudahan bisa terealisasi sehingga penanganan kesehatan di wilayah terpencil dan akses sulit bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal,” tukasnya. (ils)


IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO