Sumbawa Besar (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, mengaku hingga saat ini belum menerima atau nihil laporan dari desa yang mengalami kekeringan dan meminta pendistribusian air bersih. Meskipun beberapa sumber mata air masyarakat mulai menyusut.
“Memang beberapa wilayah airnya mulai menyusut akibat kemarau, tapi kondisinya belum begitu parah sehingga belum ada wilayah yang meminta pendistribusian air bersih,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusdianto kepada Suara NTB, Rabu (3/6).
Anto melanjutkan, meski belum ada permintaan air bersih, pihaknya tetap akan melakukan pemantauan ke beberapa wilayah yang rawan terdampak kekeringan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan khususnya kekurangan air bersih untuk kebutuhan masak dan mandi.
“Khusus untuk dasarian ini masih belum ada yang meminta pendistribusian air bersih, kita masih belum tahu untuk dasarian kedua dan ketiga nanti,” ucapnya.
Menurutnya, siklus musim kemarau ini hampir terjadi setiap tahun dan pola antisipasi juga sudah disiapkan oleh pemerintah. Pihaknya pun memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Juli hingga bulan Agustus mendatang.
Adapun wilayah yang masuk dalam kategori rawan terjadi bencana kekeringan yakni bagian utara Pulau Sumbawa. Bahkan saat ini,tercatat ada sekitar 40 desa yang diprediksi terdampak kekeringan sesuai dengan kondisi tahun sebelumnya.


