Kota Bima (Suara NTB) – Jemaah haji asal Kota Bima mulai dipulangkan dari Tanah Suci pada 16 Juni 2026. Sebanyak 222 jemaah yang tergabung dalam Kloter 11 dan Kloter 13 akan kembali secara bertahap, sementara satu jemaah di Kloter 15 dijadwalkan tiba pada 22 Juni. Pemerintah Kota Bima bersama Kementerian Haji dan Umrah dan instansi terkait telah menyiapkan proses penjemputan hingga pemantauan kesehatan pascakepulangan.
Kepala Kementerian Agama Kota Bima, H. Eka Iskandar Zulkarnain, S.Ag., M.Si., mengatakan, sesuai jadwal dari Kementerian Haji dan Umrah dan Kanwil Kemenhaj NTB, jemaah Kloter 11 akan mendarat di Bandara Internasional Lombok (BIL) pada 15 Juni 2026 pukul 10.25 WITA.
“Rombongan diperkirakan tiba di Asrama Haji sekitar pukul 12.30 Wita dan bermalam sebelum diberangkatkan ke Kota Bima pada 16 Juni 2026,” ujarnya, Senin (8/6).
Kloter 11 membawa 116 jemaah Kota Bima. Sebanyak 112 orang akan melanjutkan penerbangan ke Bima, sedangkan empat orang berdomisili di Kota Mataram.
Sementara itu, Kloter 13 dijadwalkan mendarat di BIL pada 18 Juni 2026 pukul 08.50 WITA dan tiba di Asrama Haji sekitar pukul 11.50 WITA. Rombongan akan diterbangkan ke Kota Bima pada 19 Juni menggunakan dua pesawat. Dari 105 jemaah, 104 orang kembali ke Bima dan satu orang berdomisili di Kota Mataram.
Adapun Kloter 15 hanya membawa satu jemaah asal Kota Bima yang diperkirakan tiba pada 22 Juni 2026 dan difasilitasi menggunakan penerbangan Wings Air.
“Untuk jemaah haji Kloter 15, jemaah haji Kota Bima itu hanya berjumlah satu orang saja. Dan itu nanti akan kita kroyokan untuk bagaimana teknis pemulangan jemaah haji ini, karena melayani satu orang sama dengan melayani satu kloter,” katanya.
Eka menyebut kondisi kesehatan jemaah secara umum baik. Beberapa jemaah yang sempat menjalani perawatan telah dinyatakan pulih dan kembali ke hotel di kawasan Syisyah, Mekkah.
“Alhamdulillah secara umum kesehatan jemaah haji Kota Bima dalam kondisi termonitor sehat, walaupun ada beberapa orang yang sempat sakit kemarin tapi sudah dinyatakan sehat,” ujarnya.
Untuk penjemputan, Kementerian Agama, Relawan Haji, Satpol PP, Kesra Setda Kota Bima, dan Dinas Kesehatan telah berbagi tugas. Setelah tiba di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin, jemaah akan diantar ke Aula Wali Kota Bima untuk penyambutan singkat sebelum dijemput keluarga. Selanjutnya, kesehatan mereka dipantau selama 21 hari.
“Mudah-mudahan jemaah haji pada saat pendaratan di BIL nanti dalam keadaan sehat, masuk Asrama Haji dalam keadaan sehat, terbang ke Bima dalam keadaan sehat, dan diterima oleh keluarganya itu dalam keadaan sehat,” harapnya.
Setelah seluruh jemaah tiba, Kemenag Kota Bima akan mengusulkan penyambutan resmi kepada Wali Kota Bima sebagai penutup rangkaian kepulangan haji tahun 2026. (hir)

