BerandaNTBKOTA MATARAM6.000 Tas Guna Ulang Disiapkan untuk Pasar Tradisional di Mataram

6.000 Tas Guna Ulang Disiapkan untuk Pasar Tradisional di Mataram

Mataram (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram menyiapkan sekitar 6.000 tas guna ulang (eco bag) untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat di pasar-pasar tradisional.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai sekaligus menekan volume sampah plastik yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Wali Kota Mataram Nomor 2 Tahun 2023 tentang Larangan Penggunaan Kantong Plastik Sekali Pakai. Regulasi tersebut mulai diterapkan secara masif sejak 1 September 2024 dengan sasaran awal pasar modern dan kini diperluas ke pasar tradisional.

Kepala DLH Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, mengatakan setelah membagikan eco bag kepada masyarakat melalui kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day/CFD) di Jalan Udayana, pihaknya akan melanjutkan program tersebut ke 19 pasar tradisional yang ada di Kota Mataram.

“Ini juga salah satu bagian dari kampanye kami untuk menekan volume sampah plastik, terutama di pasar yang menjadi salah satu sumber penghasil sampah terbesar,” ujarnya, Rabu (10/6).

Nizar menjelaskan, jumlah eco bag yang disiapkan saat ini mencapai sekitar 6.000 lembar dari total pengadaan sebanyak 8.000 lembar. Sebanyak 2.000 lembar sebelumnya telah dibagikan kepada masyarakat melalui kegiatan CFD.

Program pembagian tas ramah lingkungan di CFD mulai dilaksanakan sejak 17 Mei 2026 dengan mengusung tagline “Rampas Kantong Plastik”. Kegiatan tersebut rutin digelar setiap Minggu dengan jumlah pembagian tas berkisar antara 300 hingga 500 lembar per pekan.

Dalam pelaksanaannya, petugas menukar kantong plastik yang digunakan warga saat berbelanja dengan eco bag yang dapat digunakan berulang kali.

“Belanjaan mereka yang awalnya menggunakan tas plastik, kami tukar dengan eco bag,” katanya.

Menurut Nizar, penggunaan tas ramah lingkungan bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan, melindungi ekosistem laut dari ancaman sampah plastik, serta mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Selain itu, program tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Kota Mataram yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, penerapan penggunaan tas ramah lingkungan di pasar modern sudah berjalan baik. Sekarang kami mulai menyasar pasar tradisional,” jelasnya.

DLH menargetkan ke depan masyarakat tidak lagi membawa atau menggunakan kantong plastik saat berbelanja di pasar. Eco bag yang dibagikan secara gratis diharapkan menjadi alternatif yang praktis karena dapat digunakan berulang kali.

Menurut Nizar, penyediaan tas ramah lingkungan merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap implementasi larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Selain lebih ekonomis karena dapat dipakai berkali-kali, penggunaan eco bag juga dinilai efektif dalam mengurangi volume sampah plastik di Kota Mataram. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO