Mataram (suarantb.com) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan komitmen kuat dalam mencetak generasi emas daerah.
Kegiatan strategis berupa Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Suara Muda” dengan tema “Arah Kebijakan Kepemudaan Nusa Tenggara Barat”, di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) NTB – Dinas Koperasi dan UMKM, Kamis 25 Juni 2026. Kegiatan ini sukses terlaksana berkat dukungan penuh Kepala Dinas Dikpora NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd.
Acara ini diprakarsai oleh Bidang Pembinaan dan Pengembangan (PP) Kepemudaan di bawah komando Kepala Bidang H. Tarmidzi, S.Kom., ME , yang dalam pelaksanaannya berkolaborasi secara apik dengan Bakti Nusa Tenggara Barat (BNTB) di bawah pimpinan Sapoan Azizi.
Giat strategis ini melibatkan 50 (Lima Puluh) pemuda NTB yang berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta yang ada di wilayah Mataram, Lombok. Kehadiran aktif para representasi mahasiswa ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih pemikiran yang segar dan bervariasi demi kemajuan daerah.
Kepala Dinas Dikpora NTB, Syamsul Hadi, menegaskan krusialnya peran pemuda dalam roda sejarah. Menurutnya, berpikir tentang pemuda secara otomatis berarti sedang memikirkan masa depan bangsa, karena sejarah telah membuktikan bahwa fondasi Bangsa Indonesia dibangun atas darah dan pemikiran kaum muda.
Menurutnya, pemuda masa kini harus membekali diri dengan empat komponen keahlian utama (4C), yaitu Critical Thinking (Berpikir Kritis), Creativity (Kreativitas), Communication (Komunikasi), dan Collaboration (Kolaborasi).
Keempat komponen hebat ini tidak datang instan, melainkan dimulai dari satu kebiasaan mendasar: membaca dan mengasah literasi,” pesan Dr. Syamsul Hadi. Ia juga menitipkan pesan mendalam bagi seluruh pemuda NTB agar senantiasa memberikan proses terbaik dalam setiap ikhtiar, karena hasil akhir di masa depan tidak akan pernah mengkhianati proses yang sungguh-sungguh.
Senada dengan hal tersebut, Ketua BNTB, Sapoan Azizi, dalam laporan kegiatannya menyampaikan pandangan bahwa pemuda di era digital ini dituntut untuk menjadi katalisator bagi kemajuan bangsa dan masyarakat di sekitarnya.
FGD ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten yang mengupas tuntas tantangan kepemudaan dari berbagai sudut pandang:
Muhajidin, S.Pd., MM. (Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Masyarakat) pada Badan Kesatuan Bangsa Politik Dalam Negeri mengingatkan bahwa kegagalan generasi muda kerap bersumber dari kurangnya persiapan diri.
Ia mengajak peserta untuk memperkaya pengetahuan dan selalu mencari akar masalah dalam setiap penyelesaian problem. “Persiapan diri itu dimulai dari bagaimana kita mampu mengenal diri kita sendiri,” jelasnya.
Begitu juga Lalu Nazir Huda, salah satu narasumber menyoroti pentingnya aksi nyata pemuda di bidang ekonomi, pendidikan, budaya, sosial, politik, hingga lingkungan. Ia menyentil realitas sosial hari ini dengan contoh sederhana yang tamparannya cukup keras, “Bagaimana pemuda saat ini bisa asyik nongkrong, sementara tepat di samping mereka sampah-sampah berserakan.” Ini menjadi refleksi pentingnya kepekaan sosial,’’ ujarnya.
Pada bagian lain narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Adi Setyo Prabowo, S.Pd ., yang memaparkan materi krusial mengenai pencegahan dan bahaya narkoba. Ia memberikan peringatan keras bahwa saat ini tidak ada satupun wilayah di Indonesia yang benar-benar bersih dari paparan narkoba, bahkan menyasar hingga ke kalangan aparat, tenaga pendidik, dan tokoh agama. Sebagai langkah konkret pencegahan, Adi Setyo mengajak para pemuda untuk lebih selektif dan bijak dalam menyaring lingkaran pertemanan. (ham)

