BerandaNTBLOMBOK TENGAHPuluhan Investor Jepang Tebar Kebahagiaan untuk Ratusan Anak Asuh di Kuta Mandalika

Puluhan Investor Jepang Tebar Kebahagiaan untuk Ratusan Anak Asuh di Kuta Mandalika

Praya (Suara NTB) – Suasana haru dan penuh keceriaan menyelimuti Yayasan Pondok Pesantren Nurul Ijtihad Al Maarif NU Lenser, Kuta, Mandalika, Lombok Tengah (Loteng), Selasa (23/6). Ratusan anak asuh dan santri menyambut kedatangan puluhan investor asal Jepang yang tergabung dalam komunitas Next Blockchain Application (NBA).


Sejak sore anak-anak telah berkumpul di halaman yayasan. Dengan wajah penuh antusias, mereka menanti kedatangan tamu-tamu istimewa yang selama ini dikenal sebagai sahabat sekaligus donatur bagi yayasan.


Tidak kurang dari 20 investor hadir dalam kunjungan tersebut. Beberapa di antaranya bahkan turut mengajak anggota keluarga dan anak-anak mereka untuk melihat secara langsung kehidupan para santri di Kuta Mandalika. Mereka adalah Takigami (CEO), Ryu, Mitsumura, Yachi, Nozaki, Oishi, Koitabashi, Fukase, Manno, Saegusa, Fujita, Yamamoto, Nakatani, Kitaguchi, Suwa, Miyakoshi dan Komatsu.


Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Mereka datang dengan membawa ratusan paket perlengkapan pendidikan, ratusan paket makanan dan minuman, serta bantuan dana tunai mencapai puluhan juta rupiah. Salah satu yang mendapat perhatian dari para investor adalah kondisi fasilitas asrama dan kamar mandi santri. Perwakilan investor Mr. Yuya yang selama ini menjadi penghubung antara yayasan dan para investor Jepang menjelaskan berbagai perkembangan fasilitas yang ada. Termasuk sejumlah renovasi yang telah dilakukan berkat dukungan para donatur.


Dalam sesi penggalangan donasi spontan yang dilakukan di lokasi, para investor kembali menunjukkan kemurahan hati. Secara sukarela, mereka menyisihkan sebagian rezekinya hingga terkumpul dana puluhan juta rupiah untuk membantu keberlangsungan program-program yayasan. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian ratusan paket makanan dan minuman.


Saat rombongan investor bersiap meninggalkan lokasi menuju tempat penginapan, ratusan anak kembali berdiri di sepanjang halaman yayasan. Kali ini, bukan lagi sapaan “Konnichiwa” yang terdengar, melainkan teriakan “Sayonara” yang menggema mengiringi kepergian para tamu.


Di balik perbedaan bahasa, budaya, dan negara, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal batas geografis. Dari Negeri Sakura hingga Lombok, terjalin sebuah ikatan kemanusiaan yang menghadirkan harapan, kebahagiaan, dan masa depan yang lebih baik bagi ratusan anak-anak yang tumbuh di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Ijtihad Al Maarif NU Lenser. (kir/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO