Mataram (Suara NTB) – Deburan ombak yang memecah di bibir pantai, hamparan pasir hitam yang eksotis, semilir angin laut, hingga panorama matahari terbenam yang memukau menjadi daya tarik utama kawasan wisata Loang Baloq di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tak sekadar menawarkan keindahan bahari, kawasan ini menghadirkan perpaduan wisata religi, sejarah, budaya, dan kuliner dalam satu destinasi.
Terletak di pesisir Kelurahan Tanjung Karang, Loang Baloq menjadi salah satu ikon wisata Kota Mataram yang terus berkembang. Pengunjung dapat menikmati suasana pantai yang tenang, berziarah ke makam Syekh Abdurrazak, ulama yang dikenal sebagai salah satu penyebar Islam di Pulau Lombok, hingga mencicipi aneka kuliner laut dengan latar pemandangan Selat Lombok.

Wisatawan berkuda di Pantai Laong Baloq Kota Mataram
Sebelum 2017, kawasan Loang Baloq belum seramai sekarang. Aktivitas ekonomi masyarakat masih terbatas dan kawasan pantai belum tertata optimal. Saat itu, pusat keramaian hanya berada di kompleks makam Syekh Abdurrazak yang setiap hari dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kota Mataram mulai menata kawasan pesisir dengan membangun Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq. Penataan itu menjadi titik awal berkembangnya kawasan wisata yang kini dipenuhi deretan rumah makan, kafe, dan pusat kuliner seafood yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
Selain menyajikan beragam menu seafood dengan harga terjangkau, pengunjung juga dimanjakan suasana santai di tepi pantai. Dari deretan kafe, wisatawan dapat menikmati panorama matahari terbenam ditemani semilir angin laut. Bahkan, tersedia pula wahana berkuda di sepanjang pantai yang menjadi favorit pengunjung untuk mengabadikan momen.
“Suasana yang tenang dan nyaman membuat kita betah di sini. Apalagi harga makanannya masih terjangkau dengan fasilitas di pesisir pantai,” ujar Putri, mahasiswi asal Kekalik, Kota Mataram, saat menikmati suasana malam di salah satu kafe kawasan Loang Baloq, Jumat (26/6).

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Dr. Cahya Samudra, S.STP., MH
Pengembangan Loang Baloq tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Pemerintah Kota Mataram menyediakan sekitar 50 lapak bagi pelaku UMKM yang ditata berdasarkan jenis usaha, mulai dari kuliner hingga penjualan cendera mata khas daerah.
Masyarakat sekitar juga memanfaatkan berkembangnya destinasi wisata ini dengan mengoptimalkan lahan milik mereka. Salah satunya adalah kawasan Sunset Land di pesisir Pantai Loang Baloq yang dikembangkan oleh Reza, warga setempat. Di atas lahan tersebut kini berdiri 16 rumah makan dan kafe yang berjejer menghadap pantai dengan sistem sewa lahan, lengkap dengan pengelolaan parkir, keamanan, dan penyediaan air bersih.
Pengembangan tersebut tidak hanya memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq Kota Mataram
“Kami di sini sistemnya sewa lahan. Alhamdulillah bisa berusaha dan mempekerjakan sampai delapan orang anak muda,” ungkap Sudami, pemilik Venta Seafood & Beach Café asal Pujut, Lombok Tengah.
Pemberdayaan masyarakat juga dilakukan melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas) Tanjung Samudra yang dilibatkan dalam pengelolaan kawasan. Mereka berperan menjaga keamanan, kebersihan, sekaligus menciptakan suasana yang nyaman bagi wisatawan.
Untuk menambah daya tarik kunjungan, Pemerintah Kota Mataram juga rutin menggelar pertunjukan Tarung Pepadu Presean pada minggu ketiga setiap bulan. Tradisi budaya masyarakat Sasak tersebut selama dua tahun terakhir menjadi salah satu atraksi unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Dr. Cahya Samudra, S.STP., M.H., mengatakan Loang Baloq kini menawarkan paket wisata yang lengkap. Wisatawan tidak hanya menikmati panorama pantai, tetapi juga dapat berziarah, menikmati wisata kuliner, hingga menyaksikan pertunjukan budaya dalam satu kawasan.
“Masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati pantai bersama keluarga atau berziarah di makam Loang Baloq, tetapi juga menikmati wisata kuliner yang semakin beragam. Kini ada pula Tarung Pepadu Presean yang digelar setiap bulan pada minggu ketiga. Dengan agenda rutin ini, wisatawan maupun agen perjalanan dapat menjadwalkan kunjungannya sejak jauh hari,” ujarnya di Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq, Sabtu (27/6).
Dengan konsep wisata yang memadukan alam, religi, budaya, kuliner, dan pemberdayaan masyarakat, Loang Baloq terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Kota Mataram. Kawasan ini bukan hanya menjadi ruang rekreasi bagi warga, tetapi juga menjadi wajah pariwisata pesisir yang mencerminkan kekayaan budaya, semangat pemberdayaan ekonomi, serta keramahan masyarakat Lombok. (ula)

