BerandaHEADLINE70 Persen Kamar Hotel di Kawasan The Mandalika Sudah Dipesan

70 Persen Kamar Hotel di Kawasan The Mandalika Sudah Dipesan

Praya (Suara NTB) – Ajang balap dunia MotoGP Mandalika baru akan digelar tiga bulan lagi. Namun lebih dari 70 persen kamar hotel yang ada di kawasan The Mandalika sudah dipesan. Terutama oleh tim-tim peserta MotoGP, media, sponsor dan pihak-pihak terkait lainnya. Adapun kamar hotel yang belum dipesan atau masih kosong, kebanyakan hotel-hotel yang baru muncul.


“Kurang lebih 70 persen kamar hotel di kawasan The Mandalika saat ini sudah di-booking. Sisanya yang belum itu karena hotelnya baru muncul,” ungkap Ketua Mandalika Hotel Association (MHA) H. Samsul Bahri, S.Adm., M.Tr.Par., kepada Suara NTB, Selasa (30/6).


Ia mengatakan, utamanya tim peserta MotoGP itu biasanya memang sudah melakukan pemesanan hotel jauh sebelumnya. Karena sejak awal mereka memang sudah merencanakan kehadirannya di ajang MotoGP Mandalika. Bahkan banyak di antara mereka yang kembali memilih hotel yang sama.


Karena faktor kenyamanan, standar pelayanan yang telah sesuai kebutuhan serta pertimbangan efisiensi operasional dan akses menuju sirkuit dan, hal itu lumrah terjadi. Bahkan, praktik yang sama juga terjadi di berbagai penyelenggaraan event internasional di berbagai negara. Kondisi itulah yang menyebabkan ketersediaan kamar hotel di kawasan The Mandalika sejak awal sudah minim.


Akibatnya, masyarakat atau penonton yang mencari kamar hotel di kawasan The Mandalika saat ajang berlangsung sering kesulitan. Karena memang kamar yang tersedia sangat minim. Artinya, bagi masyarakat yang berencana menonton MotoGP dan mau menginap di kawasan The Mandalika perlu melakukan pemesanan lebih awal. Cara itu juga menjadi salah satu solusi untuk bisa memperoleh kamar hotel dengan harga yang lebih terjangkau.


Tidak kalah penting dalam hal ini peran pemerintah sangat diharapkan agar bisa turut memperkuat promosi serta penyebaran informasi akomodasi yang tersedia di seluruh Lombok. Tidak hanya di kawasan The Mandalika saja. Misalnya, dengan menyiapkan pusat informasi terpadu. Berisikan berbagai informasi penting yang dibutuhkan terkait ajang MotoGP.


Mulai dari ketersediaan kamar hotel dan akomodasi lainnya, sehingga masyarakat atau calon penonton MotoGP bisa memperoleh informasi yang lengkap terkait kebutuhan akomodasi selama ajang MotoGP berlangsung. Informasi pilihan akomodasi juga bisa lebih beragam yang diperoleh.
Pada akhirnya penonton tidak lagi kesulitan untuk mencari akomodasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. “Informasi yang disajikan juga harus lengkap. Mulai dari hotel bintang 5 sampai homestay. Jadi penonton bisa punya banyak pilihan di mana mereka akan menginap sesuai anggaran yang dimilikinya,” terang Syamsul.


Dengan cara itu, penginapan, villa maupun homestay juga bisa ikut terisi nantinya, karena penonton tidak hanya fokus mencari kamar hotel berbintang saja. Terlebih di kawasan The Mandalika saat ini pilihan akomodasi semakin beragam. Mulai dari hotel berbintang, villa, homestay hingga penginapan berbasis masyarakat sudah banyak tersedia.


Kepada pelaku usaha pariwisata pihaknya mengajak agar terus menjaga keseimbangan antara keberlanjutan usaha, kualitas pelayanan dan daya saing destinasi. Citra kawasan The Mandalika sebagai destinasi kelas dunia juga yang harus terus dijaga. Dengan memberikan pelayanan yang baik, harga yang kompetitif serta pengalaman wisata yang berkesan.


Supaya setiap tamu yang datang ke bisa memperoleh pengalaman terbaik, sehingga mereka tidak hanya datang untuk menyaksikan MotoGP saja. Tetapi juga memiliki keinginan untuk kembali berkunjung dan mengenal lebih jauh keindahan serta keramahan Pulau Lombok.


“Kami optimistis melalui komunikasi dan kolaborasi yang baik antara MGPA, ITDC, pemerintah daerah, asosiasi pariwisata, pelaku akomodasi, maskapai penerbangan, transportasi dan seluruh stakeholder terkait, ajang MotoGP Mandalika 2026 akan menjadi momentum penting yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Lombok dan The Mandalika sebagai destinasi unggulan Indonesia di tingkat internasional,” pungkasnya.


Pada bagian lain, Sirkuit Internasional Mandalika dipastikan sudah siap menggelar ajang balap dunia MotoGP yang akan berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 mendatang. Dari sisi fasilitas penunjang sirkuit dipastikan tidak akan banyak pembenahan besar yang dilakukan. Hanya pekerjaan-pekerjaan minor saja.


“Lebih pada make up saja,” ungkap Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola dalam keterangannya, Selasa (30/6).


Diakuinya, pastinya akan akan banyak pekerjaan persiapan yang akan dilakukan. Tetapi tidak dalam skala besar. Misalnya, pengecatan di area lintasan, road stop, race control hingga pembenahan dan pembersihan atap di beberapa bagian saja.


Kalau pekerjaan besar seperti penambahan atap di area tribun penonton yang belum memiliki atap, sejauh ini belum ada rencana ke sana. Walaupun diakuinya itu juga menjadi salah satu PR yang ke depan diharapkan bisa dijawab. Mengingat, banyaknya permintaan agar tribun yang belum memiliki atap bisa dipasang atap sehingga memberikan kenyamanan bagi penonton saat menyaksikan balapan.


“Tapi fokus kita ke kesiapan sirkuit dulu. Kalau soal pemasangan atap tribun yang belum punya atap belum akan dilakukan. Tapi itu jadi catatan kita ke depan,” tegasnya.


Terlebih untuk event MotoGP kali ini ada banyak penghematan yang dilakukan. Sehingga fokus perhatian pada aspek yang utama yang menjadi pendukung kelancaran penyelenggaraan event MotoGP. Harapannya, ajang MotoGP Mandalika tahun ini bisa berlangsung meriah dengan penonton yang lebih ramai lagi. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO