Praya (Suara NTB) – Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Lombok Tengah (Loteng) sampai saat ini masih melakukan kajian mendalam terkait rencana penambahan penyertaan modal kepada sejumalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Termasuk penyertaan modal sebesar Rp48 miliar ke Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Ardhi Rinjani (Tiara) Loteng.
Kajian dilakukan untuk memastikan kalau penyertaan modal tersebut benar-benar layak dan sesuai dengan kalkulasi bisnis yang ada. Dengan demikian penyertaan modal itu nantinya bisa memberi dampak positif terhadap perkembangan BUMD bersangkutan. Sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah, baik dalam hal pelayanan kepada masyarakat, maupun dalam hal peningkatan bagi penerimaan daerah.
“Kajian ini kita lakukan supaya BUMD yang akan diberikan penyertaan modal oleh pemerinta daerah nantinya memang benar-benar layak,” ungkap Ketua Pansus I DPRD Loteng, Murdani, kepada awak media ditemui usai diskusi dengan jajaran direksi Perumdam Tiara Loteng serta kepala desa lingkar sumber mata di Kawasan mata air Aik Bone, Desa Aik Bukaq, Kecamatan Batukliang Utara, Selasa (7/7).
Murdani mengatakan, saat ini pihaknya tengah membahas Ranperda Penyertaan Modal ke BUMD Loteng yang diinisiasi oleh Pemkab Loteng. Di mana salah satu BUMD yang akan mendapat tambahan penyertaan modal ialah Perumdam Tiara Loteng. Proses diskusi terkait hal tersebut sampai saat ini masih terus berlanjut. Diskusi di internal Pansus I DPRD Loteng maupun dengan pihak terkait.
Sebagai bagian dari proses kajian, Pansus I DPRD Loteng juga turun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi BUMD yang akan memperoleh penyertaan modal. Dalam hal ini Perumda Tiara Loteng. Termasuk kondisi aset dan modal yang dimilikinya BUMD bersangkutan. Meskipun pihaknya sebelumnya sudah mendapat penjelasan terhadap rencana dan program yang akan dilaksanakan setelah adanya penyertaan modal itu nantinya.
“Termasuk hari ini (Selasa (7/7)), kami melihat langsung kondisi salah satu sumber mata air yang dikelola Perumdam Tiara Loteng yang rencananya akan dikembangkan menggunakan dana dari penyertaan modal daerah itu nantinya. Ini juga bagian dari proses kajian yang sedang dilakukan oleh Pansus DPRD Loteng,” imbuh politisi Partai NasDem ini.
Diakuinya, Perumdam Tiara Loteng sendiri saat ini tengah dihadapkan dengan berbagai persoalan yang begitu kompleks. Hal ini membuatnya belum bisa memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat di daerah ini. Mulai dari tata kelola sumber daya manusia (SDM) yang terbatas hingga persoalan kondisi infrastruktur pendukung yang ada, terutama jaringan pipa yang sudah termakan usia.
Di satu sisi, Perumdam Tiara Loteng juga masih dihadapkan dengan kemampuan anggaran yang terbatas. Karena itu, dibutuhkan suntingan modal yang besar, guna menjawab berbagai persoalan yang dihadapi tersebut. “Dari semua proses yang dilakukan inilah nanti akan disimpulkan bahwa penyertaan modal ke Perumdam Tiara Loteng layak diberikan atau tidak,” tegasnya.
Disinggung soal rencana pemanfaatan penyertaan modal daerah itu nantinya, Direktur Utama Perumdam Tiara Loteng Bambang Supratomo, S.I.P., M.M., mengungkapkan akan fokus pada empat program utama. Di antaranya revitalisasi sumber mata air yang ada. Di mana ada beberapa sumber mata air yang butuh dibenahi kembali. Setelah sebelumnya rusak akibat gempa Lombok tahun 2018 lalu. Termasuk pembenahan sistem dan jaringan pipa yang sudah terlalu tua.
Dengan adanya pembenahan-pembenahan tersebut diharapkan kualitas pelayanan kepada masyarakat bisa meningkat. Secara cakupan layanan juga bisa lebih luas lagi. Sehingga pada akhirnya bisa mendorong pendapatan perusahaan.
Saat ini penyertaan modal daerah di Perumdam Tiara Loteng tercatat baru sekitar Rp68 miliar. Tapi itu tidak dalam bentuk dana segar. Kebanyakan berupa aset tanah dan bangunannya. Bahkan, nilai penyertaan modal tersebut cenderung menurun, menyusul adanya penyusutan terhadap aset-aset, terutama bangunan yang sudah diserahkan pemerintah ke Perumdam Tiara Loteng. (kir)

