Giri Menang (Suara NTB) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) menemukan kendaraan truk pengangkut material yang melebihi tonase sering melintas di jalur Bengkel-Merembu-Narmada. Kendaraan bermuatan melebihi kapasitas itu memicu kerusakan jalan kabupaten tersebut.
Untuk itu, pihak Dishub pun mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menangani kerusakan Jalan Bengkel–Merembu yang dipicu tingginya aktivitas kendaraan bertonase besar terutama angkutan material galian C tersebut. Upaya tersebut akan dilakukan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta instansi terkait.
Kepala Dinas Perhubungan Lombok Barat, Hendrayadi, mengatakan, banyak ruas jalan yang dibangun pemerintah mengalami kerusakan lebih cepat karena dilintasi kendaraan yang melebihi kapasitas kelas jalan.“Selain angkutan material galian C, kami juga menemukan kendaraan bertonase besar yang melintasi Jalan Bengkel–Merembu untuk menghindari jembatan timbang. Kondisi ini mempercepat kerusakan jalan,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Menindaklanjuti hal tersebut, Hendrayadi menjelaskan, pihaknya akan memperkuat koordinasi dengan BPTD sebagai pengelola jembatan timbang, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan agar masyarakat turut berperan aktif menjaga kondisi jalan yang menjadi akses utama aktivitas sehari-hari.
Selain pengawasan, Dishub juga mendorong pemerintah provinsi berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk menata zonasi lokasi galian C melalui pengaturan perizinan. Menurutnya, penempatan aktivitas pertambangan pada kawasan yang sesuai akan lebih efektif dalam mengurangi dampak kerusakan jalan dibandingkan hanya mengandalkan penertiban di lapangan.
Hendrayadi menegaskan Dishub bersama Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, dan instansi terkait akan terus bersinergi menjaga kualitas infrastruktur jalan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga secara berkelanjutan.
Sementara itu, Warga mengeluhkan kendaraan truk yang lalu lalang di jalur lintas Sembung dan Kecamatan Narmada menuju Bengkel Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Lantaran akibat kendaraan truk bermuatan melebihi tonase, diduga memicu kerusakan jalan yang baru beberapa tahun lalu dibangun.
Belum lagi dampak jalur itu rawan kecelakaan, akibat jalan rusak dan material seperti pasir dan tanah galian yang tercecer di jalan raya. Pantauan media, jalan di depan kantor Desa Sembung banyak dilewati kendaraan pengangkut pasir, bahan bangunan dan lainnya dari wilayah Mataram menuju Lombok Tengah, Lombok Timur, dan sebaliknya. Kendaraan ini bermuatan melebihi kapasitas, hingga muatannya melampaui bak kendaraan.
Sementara dari sisi kapasitas jalan, tidak memungkinkan jalur itu dilalui. Akibatnya, kondisi jalan ini mengalami kerusakan di banyak titik. Di Desa Merembu, jalan yang dibangun dua tahun lalu sudah rusak dan bergelombang. Kondisi jalan sempit, tapi dilalui kendaraan truk besar yang membahayakan pengendara. Jalan berlubang tampak ditambal menggunakan semen, tetapi itu justru menjadikan jalan bergelombang. (her)

