BerandaHEADLINEBaznas Lotim Luncurkan Aplikasi "B-Smart"

Baznas Lotim Luncurkan Aplikasi “B-Smart”

Selong (Suara NTB) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur (Lotim) meluncurkan aplikasi B-Smart. Peluncuran dilakukan Bupati Lotim H Haerul Warisin bersama dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Lotim, H. M. Juaini Taofik dan Kepala Baznas Lotim, Selasa (21/7/2026).

Saat peluncuran, suasana di kantor Baznas Lombok Timur terasa berbeda. Di balik senyum dan jabat tangan hangat para pegawai, tersirat semangat baru yang menggelora. Lembaga pengelola zakat tertua di Nusa Tenggara Barat itu genap berusia satu tahun di bawah komando Drs. H. Muhammad Kamli. Sebuah usia yang masih sangat belia, namun telah mencatatkan sederet capaian yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Muhammad Kamli menatap lembaran laporan tahunan dengan wajah sumringah. Dalam kurun waktu setahun, Baznas Lotim berhasil mencatatkan lonjakan pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) yang cukup drastis.

Angka fantastis pun terpampang: Rp24 miliar. Jumlah ini melampaui target internal yang direncanakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 sebesar Rp20 miliar. Sebuah prestasi yang membuat Kamli dan 110 Amilin dan Amilat yang tersebar di seluruh pelosok Lotim tersenyum bangga.

“Semua halangan dan rintangan bisa kita atasi. Semua masukan kami jadikan sebagai koreksi. Kami lakukan semuanya secara terbuka,” ujar Kamli dalam refleksi satu tahun pengabdian.

“Masyarakat Lombok Timur telah menunjukkan kepercayaan yang luar biasa kepada kami. Itu adalah amanah yang harus kami jaga dengan sebaik-baiknya,” tambah Kamli dengan nada penuh haru.

Di balik angka-angka besar itu, tersimpan ribuan cerita harapan yang telah tersentuh. Penyaluran dana terbagi dalam lima bidang utama:

Bidang Kemanusiaan menjadi yang terbesar dengan nilai Rp6,3 miliar yang menyentuh 19.924 penerima manfaat. Bantuan ini menjangkau masyarakat dari ujung timur hingga barat Lotim, menyapa mereka yang paling membutuhkan uluran tangan.

Bidang Kesehatan turut menggelontorkan dana Rp2 miliar untuk meringankan beban masyarakat yang sakit. Bidang Pendidikan mencatatkan 548 mahasiswa penerima beasiswa, menjadi jembatan bagi generasi muda untuk meraih mimpi.

Sementara Bidang Ekonomi menyalurkan Rp2,5 miliar kepada 1.383 penerima untuk modal usaha dan pemberdayaan ekonomi. Bidang Dakwah dan Advokasi pun tidak ketinggalan dengan Rp4,4 miliar yang dinikmati 2.302 penerima manfaat.

“B-Smart”: Revolusi Digital di Tengah Tuntutan Zaman

Di tengah derap langkah digitalisasi, Baznas Lotim meluncurkan terobosan yang dinanti: aplikasi “B-Smart”. Wakil Ketua Baznas, Dr. Hamidi, menjelaskan dengan penuh antusias bahwa aplikasi ini adalah jawaban atas tuntutan pelayanan cepat dan tepat sasaran.

“Di aplikasi itu nanti terpantau mulai dari proses pengumpulan zakat, infak, sedekahnya, proses pengajuan usulannya daripada mustahik, itu semuanya terekam di situ,” jelas Hamidi dengan mata berbinar.

Aplikasi ini disinkronkan dengan Sistem Informasi Manajemen Baznas (SIMBA) yang ditetapkan oleh Baznas Pusat. Langkah ini merupakan buah dari studi tiru ke Baznas Lombok Tengah yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik dalam pengelolaan ZIS berbasis digital.

“Bentuk transparansi itu karena nanti akan disinkronkan dengan web, sehingga semua bisa mengakses. Siapapun bisa melihat dari pengumpulan, penyaluran, dan seterusnya,” tambah Hamidi.

Moto Baznas—Santun, Amanah, Responsif, dan Transparan—kini tidak sekadar jargon. Melalui B-Smart, setiap rupiah yang masuk dan keluar dapat dipantau oleh siapa pun, kapan pun, di mana pun.

Di tengah suasana peluncuran aplikasi, suasana mendadak berubah tegang. Bupati Lombok Timur tampil dengan orasi dengan nada tegas, ia menyampaikan kritik pedas sekaligus harapan besarnya.

“Tanamkan kepercayaan kepada masyarakat bahwa Baznas Lombok Timur adalah lembaga yang betul-betul jujur, betul-betul baik, betul-betul amanah,” tegasnya.

Bupati bahkan tidak segan mengancam akan memecat jika ada oknum yang tidak serius. “Ngoyo-ngoyo jadi ketua Baznas maka tidak bisa. Pimpinan semuanya harus lincah,” ujarnya.

Ia mendorong Baznas untuk lebih agresif menggali potensi, terutama dari kalangan pengusaha. “Banyak pengusaha, di mana pun pengusaha datangi dan berikan pencerahan. Contohnya ada sahabat saya, walaupun dia Cina, setiap tahun kirim lima ton ke daerah. Semua agama sama ingin berbagi,” pungkasnya mengingatkan Baznas untuk tidak memandang sekat dalam menggalang dana kebaikan.

Angin kritik yang berhembus kencang tidak membuat Kamli patah arang. Justru dengan lapang dada, ia menyikapinya sebagai cambuk semangat untuk berbuat lebih baik.

“Itu kan sifatnya program yang kita rencanakan. Insya Allah, lembaga Baznas akan berubah, apa yang dihajatkan oleh bupati, mudah-mudahan ke depan kita bisa menggali potensi sumber daya yang jauh lebih luas,” harapnya dengan penuh keyakinan.

Dengan peluncuran aplikasi “B-Smart” dan semangat baru yang berkobar, Baznas Lotim berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan transparansi. Transformasi digital yang diusung menjadi bukti keseriusan dalam menjawab tuntutan zaman.

Satu tahun perjalanan telah dilalui, menjadi fondasi bagi pengabdian yang lebih besar di tahun-tahun mendatang. Kritik dan harapan berjalan beriringan, menjadi bahan bakar bagi semangat untuk terus melayani umat. (rus/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO