BerandaNTBKOTA MATARAMKecamatan Sandubaya Libatkan PPPK hingga Kader Lingkungan sebagai Agen Perlinsos

Kecamatan Sandubaya Libatkan PPPK hingga Kader Lingkungan sebagai Agen Perlinsos

PEMERINTAH Kecamatan Sandubaya terus mengintensifkan pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) sebagai bagian dari program percontohan digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Mataram.

Untuk mempercepat capaian pendataan, kecamatan membentuk agen Perlinsos dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kader, kepala lingkungan, hingga masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data masyarakat yang menjadi dasar penyaluran bantuan sosial benar-benar akurat, mutakhir, dan sesuai kondisi di lapangan. Pendataan yang berkualitas dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan digitalisasi bansos sehingga bantuan dapat disalurkan lebih tepat sasaran.

Camat Sandubaya, Henny Suyasih, mengatakan pelaksanaan pendataan Perlinsos telah berlangsung sejak adanya arahan dari Wali Kota Mataram. Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, pemerintah kecamatan memanfaatkan PPPK yang berdomisili di wilayah Sandubaya untuk menjadi agen pendataan.

“Ini sudah berjalan sejak diarahkan oleh Bapak Wali Kota. Kami menggunakan unsur PPPK yang berdomisili di Kecamatan Sandubaya,” ujarnya, Rabu (29/7).

Tidak hanya mengandalkan aparatur pemerintah, Kecamatan Sandubaya juga melibatkan kader, kepala lingkungan, dan masyarakat umum untuk menjadi agen Perlinsos. Pelibatan berbagai unsur tersebut bertujuan memperluas jangkauan pendataan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program digitalisasi bansos.

“Pada dasarnya menjadi agen Perlinsos itu semua boleh. Semakin banyak yang terlibat, proses pendataan tentu akan semakin cepat,” katanya.

Berkat upaya tersebut, Kecamatan Sandubaya kini menempati peringkat kedua capaian pendataan Perlinsos di antara enam kecamatan di Kota Mataram. Posisi tersebut berada tepat di bawah Kecamatan Ampenan yang saat ini mencatatkan capaian tertinggi.

Meski demikian, Henny belum dapat merinci jumlah data yang telah dihimpun. Menurutnya, rekapitulasi capaian pendataan merupakan kewenangan Dinas Sosial Kota Mataram sebagai perangkat daerah yang menangani program Perlinsos.

“Data rinci berada di Dinas Sosial sebagai penyelenggara program. Kami di kecamatan fokus mengawal proses pendataan agar berjalan maksimal,” jelasnya.

Ia menerangkan, tugas agen Perlinsos tidak hanya mendata dan menginput informasi masyarakat ke dalam sistem, tetapi juga memberikan edukasi kepada warga mengenai tujuan pendataan. Sosialisasi dilakukan agar masyarakat memahami bahwa data yang dikumpulkan akan menjadi dasar penyusunan kebijakan perlindungan sosial dan penyaluran bantuan sosial secara digital.

“Pada saat turun ke lapangan, agen memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai fungsi dan tujuan pendataan ini sehingga masyarakat memahami manfaatnya,” ungkap Henny. (pan)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO